JAKARTAHYPE.COM - Peran strategis perempuan dalam menopang perekonomian nasional semakin kentara di tengah dinamika zaman dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Mereka tidak hanya berperan sebagai penopang utama keluarga, tetapi juga aktif membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor riil.
Di Indonesia, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi dengan jumlah mencapai lebih dari 65 juta unit usaha. Meskipun demikian, banyak pelaku UMKM masih terkendala oleh masalah akses permodalan, pembatasan pasar, serta fluktuasi daya beli masyarakat.
Secara regional, lebih dari 40 juta perempuan di Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk berkarya, namun sering terbentur keterbatasan waktu, aksesibilitas, dan isu keamanan saat menangkap peluang ekonomi. Platform digital, seperti layanan ride-hailing dan pengiriman barang, muncul sebagai solusi membuka akses yang lebih merata bagi para perempuan ini.
Ekosistem ride-hailing di Asia Tenggara sendiri terbukti memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi regional, diperkirakan mencapai USD 0,8 miliar. Hal ini menandakan bahwa ekosistem digital merupakan motor penggerak penciptaan peluang ekonomi baru yang inklusif.
Dampak positif ini terlihat jelas dalam ekosistem Grab, di mana lebih dari 61% pemilik usaha dan merchant yang tergabung adalah perempuan. Selain itu, tercatat lebih dari 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan di seluruh Asia Tenggara telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperoleh penghasilan yang lebih fleksibel.
Kisah inspiratif ini diangkat melalui kampanye "Jejak Aksi Kartini Masa Kini," menyoroti perjuangan Trivena Florentina, seorang Mitra Merchant, dan Herawati (Putri), seorang Mitra Pengemudi perempuan. Florentina gigih mengembangkan bisnis kulinernya, sementara Putri menemukan kemandirian baru melalui layanan transportasi daring.
Perjalanan Florentina dimulai sejak 2017 ketika ia memutuskan untuk banting setir dari pekerjaan malam suaminya yang berisiko menjadi musisi. Berbekal kemampuan memasak, ia memulai usaha bakso bakar, bakso kuah, dan bakmi ayam dari rumah bersama sang suami.
"Ketika suami saya mengalami kecelakaan, saya mulai berpikir bahwa sudah waktunya untuk berhenti dari dunia malam dan memulai usaha yang lebih baik untuk kesehatan dan kehidupan kami," ujar Florentina, Dikutip dari CXO Media dalam segmen Jejak Aksi Kartini Masa Kini, Rabu (6/5/2026).
Tantangan terbesar Florentina adalah menyeimbangkan peran domestik dengan tuntutan bisnis yang membutuhkan energi lebih besar. Ia menyadari bahwa mengelola bisnis memerlukan kekuatan mental selain kemampuan manajerial.