JAKARTAHYPE.COM - Keputusan drastis seorang wanita muda bernama Dewi Salma Zuhara (26) untuk memisahkan diri dari Kartu Keluarga (KK) orang tuanya mendadak menjadi sorotan publik. Keputusan ini diambil setelah ia melalui proses pertimbangan panjang terkait kondisi mentalnya.

Salma, yang membagikan kisahnya melalui akun Instagram pribadinya @salmazuharaa, kini tercatat sebagai kepala keluarga tunggal dalam KK barunya. Langkah ini merupakan upaya untuk memutus rantai trauma masa kecil dan kekerasan mental yang ia terima.

Wanita asal Kudus, Jawa Tengah ini, menjelaskan bahwa pemisahan administrasi ini adalah langkah awal untuk memulai hidup baru yang ia pilih sendiri. Ia menuliskan dalam unggahannya bahwa keputusan ini diambil demi dirinya sendiri dan untuk menjaga jarak dari lingkungan keluarga yang menyakitkan.

"Menginjak usia yang ke-26, aku akhirnya berani untuk mengambil keputusan berdiri di atas namaku sendiri setelah pertimbangan yang cukup lama," tulis Salma dalam postingannya yang telah disukai jutaan warganet.

Salma menegaskan bahwa meskipun ia telah mengalami perlakuan negatif, ia memilih untuk ikhlas dan tidak menyimpan dendam terhadap keluarganya. Ia hanya mengambil langkah untuk menjaga kesehatan mentalnya.

"Dibuang, ga dianggep, dibandingkan, disepelekan, ditelantarkan, bahkan dirusak mentalku. Tapi aku ikhlas, tidak ada dendam sedikitpun. Aku tetap hargai mereka, aku hanya menjaga jarak, demi diriku sendiri," ungkapnya.

Keputusan ini bukan merupakan tindakan emosional sesaat, melainkan akumulasi dari luka bertahun-tahun yang tidak mendapatkan apresiasi dan pengakuan. Salma melihat ini sebagai awal untuk hidup yang lebih sehat, bebas dari label masa lalu.

"Ini bukan akhir, ini justru awal. Awal dari hidup yang aku pilih sendiri, tanpa bayang-bayang masa lalu, tanpa label dari orang lain," tambahnya dalam unggahan tersebut.

Saat dihubungi oleh media, Salma membenarkan bahwa langkah memecah KK ini adalah pertahanan terakhirnya untuk menyelamatkan kewarasan setelah hampir 25 tahun merasa tidak dianggap. Ia merasa perlu menyelamatkan diri demi kesehatan mentalnya.