JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan terbaru dalam konflik Rusia-Ukraina menunjukkan adanya peningkatan ketegangan menjelang peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei 2026. Presiden Ukraina, Volodimir Zelenski, secara terbuka mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan serangan drone yang menargetkan parade militer di Moskow.
Ancaman ini muncul tak lama setelah insiden serangan proyektil tak berawak yang dilaporkan terjadi hanya sepuluh kilometer dari Kremlin, yang dikaitkan dengan peningkatan kewaspadaan keamanan di sekitar Presiden Vladimir Putin. Kejadian ini menggarisbawahi sensitivitas periode menjelang perayaan penting Rusia tersebut.
Menanggapi situasi ini, Rusia mengumumkan rencana gencatan senjata untuk tanggal 8 dan 9 Mei 2026. Moskow secara tegas meminta Kiev untuk menghormati periode penghentian permusuhan tersebut, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah kemenangan atas Nazi Jerman.
Namun, respons Rusia juga disertai dengan peringatan keras dari Kementerian Pertahanan mereka. Mereka menyatakan bahwa upaya Ukraina untuk mengganggu perayaan Hari Kemenangan akan dibalas dengan serangan rudal besar-besaran yang ditujukan ke pusat ibu kota Ukraina, Kiev.
Pernyataan mengenai potensi serangan drone tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Zelenski saat berpartisipasi dalam pertemuan Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia. Beliau secara eksplisit menyebut kemungkinan drone Ukraina menyerang acara parade tersebut.
Zelenski juga mengemukakan analisisnya mengenai kelemahan strategis Rusia, yang dinilainya terlihat dari ketiadaan peralatan militer berat dalam rencana parade tahun ini. Menurut pandangannya, hal ini menunjukkan adanya ketakutan Rusia terhadap kemampuan teknologi udara Ukraina.
"Rusia telah mengumumkan parade 9 Mei di Moskow tanpa peralatan militer. Jika ini terjadi, ini akan menjadi pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Mereka tidak mampu memamerkan aset militer dan takut drone akan terbang di atas Lapangan Merah," tegas Zelenski.
Dikutip dari pengumuman bersama, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan sikap mereka: "Angkatan Bersenjata Rusia akan melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran terhadap pusat Kiev."
Sementara itu, intelijen Eropa, sebagaimana diberitakan oleh CNN dan Financial Times, melaporkan bahwa Presiden Putin telah meningkatkan isolasinya dan sering berlindung di bunker karena kekhawatiran akan adanya upaya serangan atau kudeta.