JAKARTAHYPE.COM - Pasar aset kripto global mengalami tekanan signifikan pada awal pekan ini, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sentimen negatif ini mendorong para investor untuk menarik dana dari aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan pelemahan tajam, bahkan mencapai level terendah yang belum pernah terjadi sejak awal Mei. Penurunan ini merupakan respons langsung pasar terhadap kekhawatiran global mengenai potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Secara spesifik, Bitcoin sempat terkoreksi hingga menyentuh angka US$76.551 dalam sesi perdagangan hari Senin. Level harga tersebut merupakan titik terendah yang dicapai oleh mata uang kripto utama tersebut dalam kurun waktu lebih dari dua minggu terakhir.

Dilansir dari Bloomberg, meskipun sempat jatuh tajam, Bitcoin berhasil memulihkan sebagian kecil dari kerugian tersebut menjelang akhir sesi perdagangan. Pada pagi hari waktu London, harga Bitcoin tengah berfluktuasi di kisaran US$76.800.

Pelemahan ini tidak hanya menyerang Bitcoin, tetapi juga merembet ke aset kripto besar lainnya. Mata uang digital terkemuka seperti Ether dan Solana juga tercatat mengalami penurunan nilai seiring dengan sentimen pasar yang memburuk.

Dampak tekanan jual ini terlihat jelas dari data likuidasi yang terjadi di pasar kripto. Data yang dihimpun oleh Coinglass menunjukkan adanya pergerakan dana besar yang keluar dari posisi pembelian.

"Pasar kripto mengalami likuidasi posisi bullish hampir US$500 juta hanya dalam 15 menit pada awal perdagangan Asia," demikian informasi yang didapatkan dari Coinglass mengenai besarnya likuidasi tersebut.

Kondisi ini menegaskan bagaimana faktor-faktor makroekonomi dan geopolitik memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas dan pergerakan harga aset digital yang dianggap sebagai aset spekulatif. Investor cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih aman saat ketidakpastian global meningkat.

Peristiwa likuidasi masif dalam waktu singkat tersebut mengindikasikan adanya aksi jual panik yang dipicu oleh berita mengenai situasi internasional yang memanas. Hal ini menciptakan efek domino penurunan harga di seluruh ekosistem kripto.