JAKARTAHYPE.COM - Setelah penantian panjang selama setengah abad, ambisi umat manusia untuk kembali menyentuh orbit Bulan kini semakin dekat dengan realisasi melalui Misi Artemis II yang digagas NASA. Perjalanan bersejarah ini dipastikan menjadi yang pertama sejak misi Apollo terakhir kali membawa manusia mengunjungi tetangga terdekat Bumi.
Kru yang terpilih untuk misi penting ini terdiri dari empat astronaut terpilih dari dua badan antariksa berbeda. Mereka adalah Christina Koch dan Victor Glover dari NASA, Reid Wiseman dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA).
Keempat penjelajah angkasa tersebut dijadwalkan lepas landas menggunakan kapsul Orion yang sangat canggih. Peluncuran perdana ini direncanakan akan dilaksanakan pada 1 April 2026 waktu setempat, membawa harapan baru dalam eksplorasi luar angkasa.
Roket pendorong utama yang akan digunakan untuk melontarkan kapsul Orion adalah Space Launch System (SLS) yang perkasa. Peluncuran dijadwalkan pada pukul 22:24 UTC, yang berarti masyarakat Indonesia dapat menyaksikan momen bersejarah ini pada 2 April 2026 pukul 05:24 WIB.
Misi Artemis II akan melibatkan manuver mengelilingi Bulan, bahkan berpotensi melampaui batas jarak terjauh yang pernah dicapai oleh misi Apollo 13 terdahulu. Selama perjalanan ini, mereka akan menghadapi tantangan komunikasi saat melintasi sisi belakang Bulan.
Namun, sebuah perkembangan menarik disampaikan mengenai potensi komunikasi saat berada di balik Bulan. "Sebenarnya, kami akan bisa berbicara dengan astronaut saat berada di sisi jauh Bulan," ucap Nicola Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, dilansir dari The Register, Selasa (31/3/2026).
Pernyataan ini tampak sedikit berbeda dari informasi sebelumnya yang diutarakan oleh juru bicara NASA. Sebelumnya, juru bicara tersebut sempat menyebutkan bahwa komunikasi kru misi dengan Bumi diperkirakan akan terputus selama sekitar 30 hingga 50 menit, tergantung waktu peluncuran yang tepat.
Ketika berada di sisi tersembunyi Bulan, fokus utama keempat astronaut adalah melakukan pengamatan ilmiah. "Saat itu, mereka akan mengambil foto dan video di sisi jauh Bulan dan melakukan pengamatan yang akan dibagikan kepada ilmuwan di Bumi setelah mendapatkan komunikasi kembali," jelas juru bicara NASA.
Seluruh rangkaian perjalanan eksplorasi Bulan ini diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Penerbangan lintas Bulan diproyeksikan terjadi pada 6 April, sebelum mereka dijadwalkan mendarat kembali di Samudera Pasifik pada 11 April 2026 pukul 00:06 UTC (07:06 WIB).