JAKARTAHYPE.COM - New York Knicks sukses mencuri kemenangan krusial dalam Game 1 Final NBA yang berlangsung pada Rabu, setelah menunjukkan performa comeback yang mengesankan. Tim tamu sempat tertinggal tujuh poin saat paruh waktu sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 105-95.

Pahlawan utama kemenangan Knicks adalah Jalen Brunson, yang kembali menampilkan performa luar biasa di babak playoff. Ia mencatatkan 30 poin, tiga rebound, dan dua assist dalam waktu bermain 37 menit.

Kedua tim ini menempuh jalur yang sangat berbeda menuju babak Final NBA ini. Knicks menunjukkan dominasi tak terbantahkan dengan memenangkan 12 pertandingan postseason terakhir berturut-turut, setelah menyapu bersih Philadelphia dan Cleveland untuk menobatkan diri sebagai juara Wilayah Timur.

Kemenangan kedua pada hari Jumat akan sangat penting bagi Knicks untuk menjaga momentum melawan San Antonio. Spurs, di sisi lain, mungkin masih merasakan dampak dari seri tujuh pertandingan epik melawan Thunder minggu lalu.

Dilansir dari sumber berita, menjelang akhir kuarter kedua, segalanya tampak sesuai rencana bagi San Antonio Spurs. Namun, kondisi fisik mereka tampaknya mulai menurun di hadapan publik sendiri, yang berujung pada kekalahan nyaman bagi Knicks.

Ada pandangan bahwa tim tuan rumah seharusnya tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam pertandingan berikutnya. Ini mengindikasikan adanya potensi perbaikan signifikan dari pihak Spurs di Game 2.

Sebagian masalah Spurs datang dari performa buruk para penembak jitu andalan mereka pada malam itu. San Antonio hanya berhasil memasukkan 32 dari 89 percobaan tembakan lapangan, menghasilkan persentase akurasi 36%, jauh di bawah rata-rata musim mereka yang mencapai 47,9%.

Situasi tembakan tiga angka Spurs bahkan lebih buruk lagi, di mana mereka hanya mencetak 11 dari 43 percobaan (25,6%). Selain itu, total 13 kali turnover yang berujung pada 19 poin bagi Knicks juga dianggap sebagai catatan yang tidak dapat diterima.

Meskipun demikian, ada analisis yang menyarankan untuk mendukung Spurs agar memperbaiki efektivitas serangan mereka dan kembali meredam permainan Knicks, sehingga mereka mampu menyamakan kedudukan dalam seri ini. Melindungi spread juga dianggap realistis mengingat situasi di mana San Antonio harus memenangkan pertandingan.