JAKARTAHYPE.COM - Sebuah memori sensasional dari satu dekade lalu, saat Leicester City berhasil menjuarai Liga Primer Inggris, kini kembali terkuak melalui sebuah tim dari Swiss. Kejutan ini membangkitkan ingatan tentang salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.
Peristiwa ini melibatkan klub FC Thun yang baru saja menjuarai liga domestik Swiss musim ini. Pencapaian mereka dianggap oleh beberapa pengamat sebagai sebuah prestasi yang bahkan melampaui pencapaian Leicester City pada masanya.
Hal ini disebabkan oleh konteks promosi yang menyertai kemenangan FC Thun. Mereka berhasil meraih gelar juara liga segera setelah kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Swiss.
Fenomena ini menarik perhatian luas karena jarang sekali tim yang baru promosi mampu langsung meraih gelar juara di liga utama Eropa. Leicester City, meskipun fenomena, tidak meraih gelar secepat ini setelah promosi.
Dilansir dari sumber berita internasional, perbandingan ini menyoroti betapa langkanya momen ketika tim underdog langsung mendominasi setelah kembali dari divisi bawah. Kejutan ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola global.
Kisah FC Thun ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan klub-klub kecil yang mampu menembus dominasi tim-tim mapan. Mereka menunjukkan bahwa kejutan terbesar dalam sejarah gelar juara mungkin saja baru saja terjadi di Swiss.
Beberapa analis sepak bola internasional mulai mempertanyakan apakah ini adalah kejutan gelar juara terbesar yang pernah disaksikan dalam sejarah sepak bola modern. Perbandingan dengan Leicester City menjadi tolok ukur utama untuk menilai skala pencapaian ini.
"FC Thun telah melampaui pencapaian Leicester City karena bahkan The Foxes tidak memenangkan gelar segera setelah promosi seperti yang dilakukan juara Swiss yang baru ini," ungkap salah satu pengamat sepak bola dalam analisisnya.
Perjalanan FC Thun menjadi studi kasus menarik mengenai bagaimana sebuah tim dengan sumber daya terbatas dapat mengalahkan prediksi dan menciptakan sejarah baru di kancah domestik mereka.