JAKARTAHYPE.COM - Petenis peringkat ke-15 dunia, Marta Kostyuk, sukses menciptakan kejutan besar di Roland Garros Paris setelah menaklukkan unggulan ketiga, Iga Swiatek. Kemenangan ini membawa Kostyuk melaju ke perempat final Grand Slam untuk kali kedua dalam kariernya.

Pertandingan babak 16 besar ini mempertemukan Kostyuk dengan Swiatek, juara empat kali Prancis Terbuka, yang mana Kostyuk belum pernah menang dalam tiga pertemuan sebelumnya. Kemenangan dramatis ini dicapai Kostyuk dengan skor 7-5, 6-1, menandai pencapaian terbesarnya di lapangan tanah liat Paris.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rentetan tak terkalahkan Kostyuk di lapangan tanah liat menjadi 16 pertandingan beruntun. Kini, ia akan menghadapi pemenang antara Belinda Bencic atau kompatriotnya sesama Ukraina, Elina Svitolina, di babak delapan besar.

Pertemuan ini memang sangat dinanti, mengingat Swiatek sedang dalam performa terbaiknya setelah merekrut Francisco Roig, sementara Kostyuk menunjukkan performa luar biasa di musim tanah liat dengan gelar juara di Rouen dan Madrid. Kedua pemain menampilkan intensitas tinggi sejak awal pertandingan.

Awal set pertama berjalan ketat dengan kedua pemain mampu mempertahankan servis hingga kedudukan 3-3. Swiatek kemudian berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada game ketujuh, memanfaatkan kelemahan pada backhand Kostyuk melalui reli panjang yang cerdik.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Kostyuk berhasil membalas pada game berikutnya. Puncak ketegangan terjadi saat skor 5-4 untuk keunggulan Swiatek; Kostyuk memanfaatkan momentum dengan backhand keras yang gagal dikembalikan Swiatek yang berada di depan net, yang kemudian diikuti dengan pengembalian yang gagal oleh sang unggulan.

Set pertama ditutup dengan dramatis ketika Swiatek melakukan dua double fault yang tidak biasa pada game penentuan, memberikan set point bagi Kostyuk. Kostyuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan winner backhand menyilang spektakuler saat Swiatek maju ke net, mengamankan set pertama dengan skor 7-5.

Kinerja servis Swiatek terlihat menurun pada set ini, di mana ia hanya berhasil memasukkan 45% servis pertamanya dan mencatatkan 39 unforced errors, tiga kali lebih banyak dibandingkan 13 winner yang ia bukukan. "Swiatek berjuang keras pada hari Senin, hanya mendaratkan 45% servis pertamanya dan menyelesaikan dengan 39 unforced errors, tiga kali lebih banyak dari 13 winner-nya," demikian dikonfirmasi dalam analisis pertandingan.

Memasuki set kedua, momentum sepenuhnya beralih ke tangan Kostyuk. Setelah terjadi pertukaran break di awal, Kostyuk menunjukkan performa terbaiknya dengan memenangkan delapan poin beruntun, termasuk mem-break Swiatek tanpa kehilangan poin, untuk memimpin 4-1. "Kostyuk menunjukkan periode terbaiknya dalam pertandingan, bertahan di game empat deuce, dan kemudian memenangkan delapan poin berturut-turut, termasuk break Swiatek tanpa balas," jelas sumber pertandingan.