JAKARTAHYPE.COM - Fenomena menarik terjadi di industri gawai, di mana dominasi ponsel layar penuh yang seragam mulai terganggu oleh kembalinya minat pada keyboard fisik, mengingatkan pada era BlackBerry. Sejumlah perusahaan teknologi rintisan kini berupaya membangkitkan kembali pengalaman mengetik yang sempat dianggap usang sejak popularitas iPhone dimulai.

Dua pemain utama yang mulai mengisi ceruk pasar ini adalah Clicks Technology dari Inggris dan Unihertz yang berbasis di China, yang keduanya meluncurkan perangkat dan aksesori smartphone dengan keyboard fisik. Kebangkitan ini terjadi hampir dua dekade setelah peluncuran iPhone pada tahun 2007, yang secara drastis mengubah lanskap industri dengan mengedepankan layar sentuh penuh.

Menariknya, para penggemar ponsel berbentuk persegi dengan keyboard khas tersebut masih menunjukkan loyalitas yang kuat, bahkan terdapat sebuah komunitas dengan 25.000 anggota yang aktif berbagi tips dan kenangan tentang perangkat tersebut.

Kembalinya minat ini dilihat sebagai cerminan pola siklus dalam tren mode, seiring dengan semakin melekatnya penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari. "Kita cenderung menggunakan ponsel cerdas sebagai sarana untuk mengekspresikan diri," ujar Jung Younbo, seorang profesor komunikasi di Nanyang Technological University di Singapura, Dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (10/5/2026).

Menurut Jeff Gadway, salah satu pendiri dan Chief Marketing Officer Clicks Technology, daya tarik ponsel keyboard fisik bagi sebagian pengguna bukan semata-mata nostalgia, melainkan kebutuhan akan kontrol yang lebih baik. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 45% dari basis pelanggan mereka belum pernah menggunakan ponsel dengan keyboard fisik sebelumnya.

Gadway menambahkan bahwa bagi kelompok pengguna baru tersebut, perangkat ini dipandang sebagai pendekatan baru dalam menggunakan ponsel yang dianggap lebih terarah, "Mereka memandang ini bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai cara baru yang sepenuhnya berbeda untuk menggunakan ponsel mereka yang lebih terarah," katanya kepada CNBC.

Salah satu manfaat signifikan yang dirasakan pengguna adalah potensi pengurangan waktu menatap layar atau screentime. Kreator konten Chonnie Alfonso, 23 tahun, yang fokus pada konten gadget retro di saluran YouTube-nya, merasakan dampak positif ini setelah beralih ke perangkat berkemampuan keyboard.

Alfonso menyatakan bahwa aktivitas doomscrolling terasa kurang cocok dilakukan pada ponsel bergaya BlackBerry yang berbentuk persegi, sehingga membantunya mengontrol jadwal dan mengurangi waktu di media sosial. Gadway dari Clicks Technology menjelaskan bahwa desain perangkat mereka memprioritaskan fungsi inti dan pesan agar pengguna tetap fokus pada tujuan awal tanpa terdistraksi aplikasi lain.

Perangkat tersebut dirancang dengan aplikasi pesan di layar beranda, bertujuan memastikan pengguna menyelesaikan apa yang mereka rencanakan, sehingga waktu yang dihabiskan di ponsel menjadi lebih berharga. "Ini tentang membuat waktu yang Anda habiskan di ponsel menjadi lebih berharga bagi Anda," sebut Gadway.