JAKARTAHYPE.COM - Pengguna perangkat elektronik premium, khususnya para pemilik iPhone, kerap dihadapkan pada dilema mengenai ketahanan bodi ponsel mereka terhadap benturan fisik. Solusi umum yang selama ini dikenal adalah dengan menggunakan aksesori pelindung seperti case atau senantiasa berhati-hati saat pemakaian sehari-hari.
Namun, sebuah perkembangan menarik muncul dari Negeri Tirai Bambu, di mana sebuah toko servis menawarkan solusi yang menyerupai "ketok magic" untuk mengatasi kerusakan parah pada unit iPhone. Fenomena ini menunjukkan adanya kemampuan reparasi yang sangat terampil di wilayah tersebut.
Perlu diketahui bahwa model terbaru seperti iPhone 17 Pro Max dilaporkan menggunakan bingkai berbahan aluminium yang, menurut beberapa pengamatan, lebih rentan mengalami kerusakan fisik dibandingkan bahan titanium. Kerusakan signifikan biasanya terlihat jelas setelah ponsel mengalami jatuh dari ketinggian tertentu.
Dilansir dari Digital Trends, keunggulan aluminium justru terletak pada kemudahannya untuk diperbaiki. Bahan ini memungkinkan teknisi dengan keahlian tinggi untuk mengembalikan bentuk aslinya dengan sentuhan tangan yang terampil.
Sebuah demonstrasi kemampuan ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial X, Pixel Gamer 4K. Video tersebut menampilkan secara langsung proses restorasi yang dilakukan oleh seorang pekerja di toko spesialis di China.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah unit iPhone 17 Pro Max yang mengalami kerusakan penyok parah di beberapa bagian bodi akibat benturan keras. Kondisi awal ponsel tersebut tampak sangat mengkhawatirkan bagi pemiliknya.
Melalui serangkaian langkah perbaikan yang presisi, ponsel yang tadinya rusak tersebut terlihat kembali mulus dan tampak hampir seperti baru. Bagian-bagian yang sebelumnya penyok berhasil dinetralkan oleh keahlian teknisi tersebut.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi teknik reparasi serupa di pasar lain, seperti Amerika Serikat, mengingat tingkat kesulitan dan potensi biaya tinggi yang mungkin timbul.
Kisah mengenai keunggulan tenaga ahli di China ini pernah disinggung oleh figur penting di perusahaan teknologi tersebut. "Mantan CEO Tim Cook pernah mengatakan alasan sulitnya Apple memindahkan produksi dari China," ujar sebuah kutipan yang merujuk pada pernyataan tersebut.