JAKARTAHYPE.COM - Gelombang panas ekstrem yang menyapu Prancis menimbulkan dampak signifikan pada sektor layanan pemakaman, terutama terkait dengan kapasitas penyimpanan jenazah. Kondisi ini memaksa para pengelola rumah duka untuk menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Permintaan mendadak untuk fasilitas penyimpanan jenazah berpendingin melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memicu serangkaian panggilan darurat yang datang dari berbagai pihak, termasuk keluarga yang berduka, pihak panti jompo, hingga kepolisian setempat.
Zouhaier Hertelli, seorang pengelola rumah duka yang beroperasi di kawasan Orly, dekat Paris, menjadi salah satu saksi utama situasi genting ini. Ia menerima banyak sekali panggilan dari pihak-pihak yang putus asa mencari tempat aman bagi jenazah kerabat mereka.
Badan kesehatan masyarakat Prancis telah merilis data awal mengenai lonjakan angka kematian yang terjadi baru-baru ini. Data tersebut menunjukkan setidaknya terdapat penambahan 1.000 kematian tambahan, atau excess deaths, yang tercatat antara hari Rabu hingga Minggu pekan lalu.
Angka kematian tambahan tersebut masih bersifat sementara dan belum final, mengingat otoritas kesehatan memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya periode cuaca panas ekstrem.
Rumah duka yang dikelola oleh Hertelli memiliki fasilitas pendingin yang dirancang untuk menampung maksimal 32 jenazah. Saat ini, fasilitas tersebut dilaporkan telah terisi penuh tanpa menyisakan ruang kosong sedikit pun.
Hertelli menunjukkan kepada publik bagaimana setiap kompartemen pendingin di fasilitasnya telah diberi label identitas yang jelas. Label tersebut mencakup nama almarhum, tanggal jenazah tersebut tiba di rumah duka, serta pengaturan suhu penyimpanan sebelum proses pemakaman atau kremasi dilakukan.
Mengenai situasi yang dihadapi, Zouhaier Hertelli menyampaikan keprihatinannya atas tingginya permintaan yang masuk. "Saya menerima panggilan panik dari keluarga, panti jompo, hingga kepolisian yang berusaha mencari ruang penyimpanan jenazah berpendingin bagi orang-orang yang meninggal selama gelombang panas yang melanda Prancis," kata Zouhaier Hertelli.
Dilansir dari sumber berita, kondisi ini menyoroti kerentanan infrastruktur layanan kedukaan ketika menghadapi lonjakan kematian mendadak akibat bencana alam seperti gelombang panas berkepanjangan.