JAKARTAHYPE.COM - Insiden penyerangan terhadap kader Sverigedemokraterna (SD) terjadi pada hari Sabtu saat mereka sedang melaksanakan kegiatan kampanye rutin di area Triangeln, Malmö. Kejadian ini mendorong pihak partai untuk mengambil langkah serius guna memastikan keselamatan para pekerja lapangan mereka di masa mendatang.
Pihak SD di Malmö secara resmi telah mengajukan laporan polisi terkait insiden penyerangan yang menimpa para pekerja kampanye mereka. Selain itu, sebagai respons cepat, partai tersebut juga telah memesan sepuluh unit alarm serang (overfallslarm) untuk peningkatan keamanan dalam setiap aktivitas politik.
Anders Olin, yang menjabat sebagai ketua SD di Malmö, menegaskan komitmen partai untuk tidak menghentikan kegiatan kampanye meskipun menghadapi insiden kekerasan tersebut. "Kami tidak akan berhenti berkampanye. Itu sama saja dengan menyerah," ungkap Anders Olin.
Meskipun Anders Olin tidak berada di lokasi saat kejadian, ia memberikan keterangan berdasarkan laporan yang diterima dari anggota yang menjadi korban serangan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan kampanye rutin diadakan setiap hari Sabtu di lima lokasi berbeda di Malmö.
Menurut Olin, kelompok yang menjadi sasaran terdiri dari empat orang anggota partai yang sedang menjalankan tugas di alun-alun Triangeln. Pada saat yang sama, di bagian lain alun-alun dekat Gereja Johannes, sedang berlangsung demonstrasi lain yang diorganisir oleh Partai Komunis Malmö terkait Kuba.
"Awalnya suasana masih tenang. Namun, kemudian beberapa orang dari pihak demonstrasi yang lain mendekati kami," jelas Anders Olin mengenai kronologi kejadian tersebut. Ia melanjutkan bahwa para pekerja kampanye diminta untuk pergi dan diberitahu bahwa keberadaan mereka tidak memiliki hak untuk eksis.
Situasi memanas ketika salah satu anggota SD didorong dengan kasar, dan insiden makin buruk ketika orang lain datang dan meludahi wajah salah seorang pekerja kampanye. Hal ini menciptakan suasana yang sangat tegang sehingga tim kampanye terpaksa segera meninggalkan lokasi.
"Suasananya begitu panas sehingga pekerja kampanye kami harus segera pergi. Namun, seorang pria dengan skuter listrik mengejar dan merobek selebaran dari tangan mereka," tambah Anders Olin.
Dilansir dari Sydsvenskan, pihak Sverigedemokraterna telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat. Anders Olin menyebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, ancaman dan pelecehan terhadap kegiatan mereka cenderung menurun drastis.