JAKARTAHYPE.COM - Aktor senior John Travolta menarik perhatian publik saat menghadiri pemutaran perdana (premier) film terbarunya, Propeller One-Way Night Coach, di New York pada Kamis (21/5/2026). Penampilan pria berusia 72 tahun ini menjadi sorotan utama karena ia kembali mengenakan topi baret yang khas.

Kehadiran Travolta di karpet merah tersebut tidak sendirian; ia turut didampingi oleh putrinya, Ella Bleu Travolta. Film Propeller One-Way Night Coach ini memiliki makna spesial karena menandai debut perdana sang aktor dalam kapasitasnya sebagai sutradara.

Putri John Travolta, Ella Bleu Travolta, juga turut ambil bagian dalam proyek film tersebut, di mana ia berperan sebagai salah satu tokoh pramugari dalam cerita. Debut penyutradaraan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan karier panjang John Travolta di dunia perfilman.

Gaya busana yang ia kenakan, yaitu setelan jas tuksedo yang dipadukan dengan topi baret, sangat menyerupai penampilannya yang sempat viral beberapa waktu lalu di Festival Film Cannes 2026. Keputusan berbusana ini ternyata memiliki alasan yang mendalam dan terencana.

Dilansir dari Wolipop, John Travolta menjelaskan bahwa pemilihan busana tersebut disengaja untuk merepresentasikan status barunya di balik layar sebagai seorang sutradara. Ia ingin menampilkan persona yang berbeda dari biasanya.

"Aku bilang, 'Kali ini aku seorang sutradara.' Jadi aku mencoba tampil seperti sutradara era lama," ujar John Travolta.

Bintang yang melejit lewat film legendaris Grease ini mengaku bahwa gaya tersebut merupakan adopsi dari penampilan para sineas lawas yang ia kagumi. Inspirasi ini ia temukan setelah mempelajari berbagai dokumentasi mode sutradara klasik.

Ia terinspirasi dari gaya para sutradara dari periode 1920-an hingga 1960-an, yang sering kali identik dengan penggunaan baret dan kacamata, seperti Ingmar Bergman dan Francis Ford Coppola. "Aku melihat foto-foto dari tahun 20-an, 30-an, 40-an, 50-an, sampai 60-an. Sutradara zaman dulu memakai baret dan kacamata. Jadi aku ingin memberi penghormatan pada sosok sutradara klasik," kata John Travolta.

Selain sebagai bentuk penghormatan artistik, keputusan berbusana unik ini juga didasari oleh pertimbangan personal terkait rekam jejak kariernya yang panjang. Setelah berkecimpung di industri sinema selama lebih dari lima dekade, Travolta sering mengalami kesulitan dalam membedakan satu acara karpet merah dengan acara lainnya saat melihat koleksi foto lamanya.