JAKARTA, JakartaHype.com - Menjelang periode transisi mahasiswa tingkat akhir ke dunia kerja, Jobstreet by SEEK mendorong perusahaan untuk merancang program magang yang adil, relevan, dan kompetitif. Berdasarkan temuan Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025, program magang yang berfokus pada pembelajaran, kepatuhan, dan kompensasi yang layak menjadi strategi krusial untuk menarik talenta muda.
Temuan tersebut bertujuan memberikan tolok ukur bagi perusahaan dalam menyiapkan talenta masa depan, sekaligus menjawab kekhawatiran pencari kerja, khususnya Gen Z, mengenai pengalaman magang yang bermakna dan adil.
Menghindari Eksploitasi Biaya Tenaga Kerja
Laporan Jobstreet by SEEK menyoroti tren mengkhawatirkan, di mana 21% perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan alasan utama untuk menghemat biaya pegawai. Praktik ini dinilai perlu dihindari dalam program magang, terutama jika menggeser fokus dari pengembangan kompetensi menjadi sekadar efisiensi biaya tenaga kerja.
Menurut Jobstreet by SEEK, program magang seharusnya menjadi kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir dan siswa vokasi untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung, membangun portofolio, dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Kompensasi finansial tetap menjadi komponen penting, namun bukan tujuan utama dari magang yang ideal.
Sawitri, Head of Country Marketing – Indonesia, Jobstreet by SEEK, menegaskan, "Program magang pada dasarnya adalah ruang pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memahami ritme kerja, dan mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Karena itu, magang tidak seharusnya bergeser dari fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah."
Sawitri menambahkan bahwa magang harus diposisikan sebagai jembatan transisi yang membantu talenta muda membangun kesiapan kerja, bukan sebagai mata pencaharian utama.
Perusahaan juga dituntut untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait program magang, termasuk ketentuan mengenai beban kerja, jam kerja, durasi program, serta ketentuan gaji atau uang saku yang berlaku. Dengan desain program yang jelas dan proporsi jam kerja yang wajar, magang dapat menjadi penghubung yang sehat antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Relevansi dengan Kebutuhan Gen Z