JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan penyesuaian signifikan pada biaya pengajuan visa bagi seluruh warga negara asing yang berencana mengunjungi negara tersebut. Keputusan ini menandai kali pertama terjadi kenaikan biaya visa dalam kurun waktu hampir lima dekade terakhir.

Keputusan mengenai kenaikan tarif visa tersebut telah mendapatkan persetujuan resmi dalam rapat kabinet yang diselenggarakan pada hari Jumat pekan lalu. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyesuaian administrasi keimigrasian di Jepang.

Kebijakan baru mengenai struktur biaya visa ini dijadwalkan mulai diberlakukan secara efektif untuk semua permohonan yang diajukan pada tanggal 1 Juli atau setelahnya. Pemohon diminta memperhatikan jadwal ini agar proses aplikasi berjalan lancar.

Perubahan biaya ini mencakup kenaikan substansial untuk berbagai jenis visa, termasuk visa kunjungan sekali masuk yang peruntukannya paling umum bagi wisatawan. Kenaikan ini perlu diantisipasi oleh calon pelancong internasional.

Dilansir dari The Independent, Selasa (23/6/2026), rincian biaya visa sekali masuk mengalami lonjakan drastis dari tarif sebelumnya yaitu 3.000 yen. Tarif baru untuk visa satu kali masuk ini ditetapkan menjadi 15.000 yen, setara dengan sekitar Rp 1,6 juta.

Sementara itu, untuk kategori visa multiple-entry atau visa masuk berkali-kali, kenaikan tarifnya bahkan lebih signifikan, yaitu naik dua kali lipat dari harga semula. Visa jenis ini akan dikenakan biaya sebesar 30.000 yen, berbeda dari biaya lama sebesar 6.000 yen.

"Biaya visa sekali masuk naik dari 3.000 yen (Rp 331 ribu) menjadi 15.000 yen (Rp 1,6 juta)," sebagaimana tertera dalam rincian kebijakan baru tersebut.

Lebih lanjut, untuk visa multiple-entry, kenaikan tarifnya juga sangat mencolok. "Sementara visa multiple-entry naik dua kali lipat lebih, dari 6.000 yen (Rp 662 ribu) menjadi 30.000 yen (Rp 3,3 juta)," jelas pemberitaan tersebut.

Dikutip dari The Independent, kenaikan tarif ini merupakan penyesuaian biaya visa pertama yang dilakukan oleh Jepang dalam kurun waktu hampir 50 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa biaya visa telah lama dipertahankan pada level yang sama.