JAKARTA, JakartaHype.com - Perum Bulog menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Pangan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) di daerah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang turun langsung membagikan bantuan bagi warga di kampung nelayan tersebut.
Rizal mengatakan kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia di 565 cabang Bulog yang juga dilakukan bersama dengan para pejabat di daerah.
“Alhamdulillah kita bisa saksikan bersama, masyarakat riang gembira menyambut bantuan pangan ini. Apalagi mendekati Hari Raya Idulfitri, yang tinggal kurang lebih dua hari lagi,” ucapnya di lokasi.
Program bantuan ini merupakan program dari Presiden RI Prabowo Subianto. Bantuan ini memberi dukungan kepada penerima manfaat yang berjumlah 32 juta orang di Indonesia.
“Ini sangat membantu dan dirindukan oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang telah terdata di Kementerian Sosial. Program ini memang ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah,” ucapnya.
Khusus untuk penyaluran bantuan pangan di Desa Bidara, para penerima sebelumnya telah mendapat undangan yang dilengkapi barcode.
Barcode tersebut akan diverifikasi oleh tim dari Bulog bersama pihak kelurahan dan kecamatan. Setelah di-scan dan dinyatakan sesuai, maka yang bersangkutan berhak menerima bantuan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan setiap dua bulan sekali, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah. Saat ini dilakukan serentak agar masif dan mempercepat distribusi.
“Dalam satu hingga dua hari ke depan, diharapkan realisasi dapat mencapai sekitar 50 hingga 60 persen,” kata Rizal.
Secara nasional, volume bantuan beras mencapai 140 ribu ton. Kemudian untuk wilayah tertentu sekitar 4.500 ton, dan untuk minyak kita mencapai 132.977 kiloliter.
“Adapun realisasi sampai dengan hari ini, penyaluran beras telah mencapai sekitar 9.000 ton, dan minyak sekitar 2.400 ton. Penyaluran ini akan terus berlanjut sampai selesai, bahkan setelah Idulfitri,” katanya.
Sementara itu seorang warga, Desi Kusnawati mengaku senang dengan bantuan yang diterima dari Bulog. Apalagi belakangan ini hasil tangkapan sang suami sebagai nelayan sedang menurun.
“Alhamdulillah senang banget punya beras, bisa bikin ketupat. Kondisinya (hasil tangkapan) nelayan lagi sepi, enggak ada tangkapan, enggak kayak tahun-tahun lalu. Sekarang udah jarang,” ujarnya.