JAKARTAHYPE.COM - Di tengah dinamika kawasan utara Jakarta yang kerap didominasi oleh lalu lalang kendaraan berat, tersimpan sebuah melodi klasik yang memikat. Lantunan musik Keroncong tersebut kini masih hidup dan dibawakan dengan penuh semangat oleh generasi muda dari komunitas Kampung Tugu.
Para pemuda tersebut menunjukkan keahlian mereka melalui permainan alat musik petik yang khas dan penyajian vokal yang energik. Mereka berhasil mempertahankan warisan musik yang telah mengakar kuat di wilayah tersebut selama berabad-abad.
Pusat pelestarian kekayaan budaya ini dapat ditemukan di Living Museum Roemah Toegoe. Tempat ini berfungsi ganda sebagai museum hidup dan menjadi salah satu pusat pengembangan penting bagi musik Keroncong serta kebudayaan asli Kampung Tugu.
Secara historis, bangunan museum ini merupakan bagian integral dari upaya pelestarian yang digerakkan oleh Yayasan Rumah Budaya Michiels. Yayasan ini berkomitmen menjaga warisan leluhur mereka agar tidak lekang dimakan zaman.
Lisa Michiels, yang menjabat sebagai ketua Yayasan Rumah Budaya Michiels, menjelaskan tujuan utama pendirian museum tersebut. Ia merupakan keturunan kesepuluh dari klan Keluarga Michiels yang memiliki peran sentral dalam sejarah komunitas ini.
"Kami mendirikan Living Museum Roemah Toegoe sebagai jendela tentang sejarah dan perjalanan musik keroncong serta tentang masyarakat Kampung Tugu," ujar Lisa Michiels.
Lebih lanjut, Lisa Michiels menambahkan bahwa cakupan kegiatan di museum tersebut cukup luas dan holistik untuk memperkenalkan identitas Kampung Tugu. "Jadi, cukup lengkap yang ada di sini. Kami juga melakukan workshop tentang kuliner yang ada di Kampung Tugu," kata Lisa Michiels.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian tidak hanya berfokus pada aspek musikal semata, melainkan mencakup seluruh spektrum budaya, termasuk tradisi kuliner yang menjadi ciri khas komunitas tersebut.
Aktivitas generasi muda yang tampil memukau ini menjadi bukti nyata bahwa akar musik Keroncong, yang unik berasal dari komunitas Tugu, terus berdenyut kuat di Jakarta Utara. Upaya konservasi ini menjamin bahwa warisan budaya ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.