Jakarta, JakartaHype.com - Sebuah laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis data mengejutkan yang menempatkan Jakarta di posisi pertama sebagai kota dengan populasi terpadat di dunia. Berdasarkan metodologi penghitungan terbaru, ibu kota Indonesia ini tercatat dihuni oleh hampir 42 juta orang, tepatnya 41,9 juta jiwa.
Angka fantastis ini melampaui populasi kota-kota megapolitan lainnya seperti Dhaka di Bangladesh yang berada di posisi kedua (36,6 juta jiwa) dan Tokyo, Jepang, di urutan ketiga (33,4 juta jiwa).
Perubahan Standar Pengukuran
Lonjakan peringkat Jakarta dan kota-kota lainnya dipicu oleh penggunaan definisi baru dalam menyelaraskan ukuran kota secara global. PBB kini mendefinisikan kota berdasarkan aglomerasi sel grid satu kilometer dengan kepadatan minimal 1.500 orang dan total populasi minimal 50 ribu jiwa.
Metodologi ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai persebaran penduduk di kawasan penyangga yang kini menyatu secara geografis dengan pusat kota.
Urbanisasi dan Ancaman Lingkungan
Laporan tersebut menyoroti bahwa pertumbuhan pesat di Jakarta dan Dhaka didorong oleh arus migrasi besar-besaran dari desa ke kota. Di Bangladesh, selain faktor ekonomi, bencana iklim seperti kenaikan permukaan laut dan banjir menjadi pendorong utama warga pindah ke Dhaka.
Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan berat. Jakarta saat ini tengah berjuang melawan penurunan muka tanah dan kenaikan air laut. Para ahli memprediksi bahwa seperempat wilayah Jakarta berisiko tenggelam pada tahun 2050. Meski menghadapi ancaman tersebut, laju populasi Jakarta diperkirakan belum akan melambat, dengan prediksi tambahan 10 juta orang dalam 25 tahun mendatang.
Krisis Sumber Daya di Kota Besar