Jakarta, JakartaHype.com - Perjalanan mudik Lebaran yang menempuh jarak ratusan kilometer sering kali menjadi tantangan fisik bagi umat Muslim.
Meski Islam memberikan keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa saat menempuh perjalanan jauh, menjaga kondisi tubuh agar tidak lemas, kembung, atau kelelahan tetap menjadi prioritas utama.
Pakar diet dari Mayo Clinic, Tara Schmidt, menekankan bahwa manajemen pola makan dan hidrasi yang tepat adalah kunci agar perjalanan pulang kampung tetap nyaman dan sehat. Berikut adalah empat langkah strategis yang dapat diterapkan pemudik untuk menjaga kebugaran selama di perjalanan:
1. Prioritaskan Bekal Mandiri untuk Jam Makan Teratur
Membawa bekal dari rumah bukan sekadar soal hemat, melainkan upaya menjaga keteraturan waktu makan. Schmidt menyarankan pemudik untuk tetap "ngemil" camilan bernutrisi seperti buah-buahan atau kacang-kacangan. Hal ini berfungsi untuk menjaga perut tetap terisi sehingga tubuh tidak mudah lemas akibat melewatkan waktu makan besar di tengah kemacetan.
2. Batasi Konsumsi Makanan Cepat Saji
Godaan makanan cepat saji di rest area memang tinggi, namun jenis makanan ini umumnya kaya akan lemak jenuh, gula, dan natrium yang dapat memicu rasa lelah lebih cepat. Sebagai alternatif, pemudik disarankan memilih supermarket untuk membeli opsi yang lebih segar seperti yoghurt atau roti gandum. Memilih rumah makan yang menyajikan olahan sayur segar juga jauh lebih baik bagi sistem pencernaan selama perjalanan jauh.
3. Optimalkan Asupan Protein Rendah Lemak
Protein memiliki peran krusial dalam menstabilkan kadar gula darah dan memberikan cadangan energi yang lebih tahan lama. Mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur rebus, tahu, tempe, ikan, atau dada ayam tanpa kulit dapat memberikan rasa kenyang yang lebih awet dibandingkan camilan tinggi karbohidrat atau gula.