JAKARTA, JakartaHype.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok memastikan pengaturan gate pass saat ini terkoordinasi dan terukur agar arus barang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok berjalan lancar.


Kebijakan itu dilakukan melalui koordinasi intensif antara regulator seperti instansi kepelabuhanan, pemerintah daerah, kepolisian, BMKG, SAR), lalu operator pelabuhan, dengan berbagai asosiasi. 


Kebijakan tersebut dilakukan guna untuk memastikan aktivitas logistik tetap berjalan optimal, khususnya di tengah meningkatnya volume kegiatan bongkar muat.


Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt Heru Santoso, menjelaskan pengaturan arus kendaraan yang masuk ke kawasan pelabuhan merupakan bagian dari manajemen lalu lintas berbasis kapasitas.


“Pengaturan ini bukan pembatasan dalam arti menghambat distribusi barang, melainkan penyesuaian terhadap kapasitas layanan di dalam pelabuhan,” ujar Capt Heru, lewat keterangan, Jumat (3/4/2026).


Ia menjelaskan, pengendalian jumlah kendaraan yang masuk melalui sistem gate pass dilakukan secara dinamis dan mempertimbangkan kondisi lapangan. 


“Tujuannya adalah untuk memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang justru dapat mengganggu kelancaran arus logistik secara keseluruhan,” tuturnya. 


Operator terminal dapat melakukan penambahan release gate pass dengan memperhatikan kondisi kegiatan di dalam terminal dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi serta melihat kondisi trafik jalan sekitar pelabuhan. 


Sementara itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan Pelindo sebagai operator pelabuhan menjalankan kebijakan tersebut dengan koordinasi intens bersama regulator dan pemangku kepentingan.