JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini mengambil langkah drastis dengan melakukan pemusnahan massal terhadap populasi ikan sapu-sapu di berbagai sungai ibu kota. Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan populasi yang tidak terkendali, yang mulai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan Jakarta, dilansir dari CNBC Indonesia.

Ikan sapu-sapu, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Pterygoplichthys pardalis, sebenarnya bukan merupakan fauna asli Indonesia. Spesies ini berasal dari wilayah Amerika Selatan, tepatnya mendiami aliran sungai Amazon yang dikenal memiliki lingkungan yang sangat kompetitif.

"Ikan sapu-sapu memiliki perlindungan berupa lapisan tubuh yang keras dan bertutul, sehingga memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di habitat yang sangat ekstrem," ujar Alfian Primahesa, mahasiswa doktoral Biologi UGM, dalam artikelnya di The Conversation.

Keberadaan ikan ini di tanah air bermula dari aktivitas perdagangan ikan hias yang cukup masif beberapa dekade lalu. Penampilannya yang unik dan eksotis membuat ikan ini sempat menjadi primadona bagi para pecinta akuarium di Indonesia.

Dalam buku berjudul "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari, disebutkan bahwa ikan ini awalnya didatangkan sebagai pembersih alami. Kemampuannya memakan alga dan sisa-sisa organik di dasar air menjadikannya solusi praktis bagi pemelihara kolam.

Namun, seiring berjalannya waktu, ikan sapu-sapu mengalami adaptasi biologis yang signifikan terkait ukuran tubuh dan pola konsumsi. Mereka tidak lagi hanya memakan lumut, tetapi mulai memangsa telur ikan lokal, yang memicu banyak pemilik melepaskannya ke sungai bebas seperti Ciliwung.

Ikan ini memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap polusi dan kadar oksigen yang rendah, sehingga mampu mendominasi perairan yang tercemar. Di Sungai Ciliwung, populasinya meledak hingga dikategorikan sebagai spesies invasif yang merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

"Kondisi sungai yang telah rusak membuat ikan lokal sulit bertahan hidup, sementara ikan sapu-sapu justru mampu beradaptasi dan mengalami ledakan populasi," jelas Veryl Hasan, Dosen Akuakultur Universitas Airlangga.

Dominasi ikan sapu-sapu di perairan Indonesia dipicu oleh ketiadaan predator alami yang mampu mengontrol jumlah mereka. Hal ini menyebabkan persaingan sumber daya makanan yang sangat berat bagi spesies ikan asli yang jauh lebih rentan.