JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Republik Indonesia mengonfirmasi adanya rencana signifikan terkait revitalisasi kompleks Candi Prambanan yang akan melibatkan dukungan dari Pemerintah India. Rencana kerja sama kebudayaan ini telah dibicarakan di tingkat tertinggi kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Dukungan teknis dan pemugaran dari pihak India ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah berlangsung sejak lama. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan bahwa inisiatif ini sudah pernah dibahas secara resmi oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Secara spesifik, dukungan yang akan diberikan oleh Pemerintah India dalam proyek revitalisasi ini akan diprioritaskan pada struktur candi-candi pendukung atau yang dikenal sebagai candi perwara. Candi-candi kecil di area kompleks Prambanan ini menjadi fokus utama karena dinilai belum mendapatkan penanganan revitalisasi secara menyeluruh.

Rencana kunjungan langsung Perdana Menteri India Narendra Modi ke lokasi menjadi penanda keseriusan implementasi dukungan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Fadli Zon saat memberikan keterangan pers kepada awak media.

"Oh ya, jadi memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu," ujar Fadli Zon saat dimintai keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa (7/7/2026).

Peninjauan langsung oleh delegasi India ini dijadwalkan akan segera dilaksanakan, menandai langkah konkret menuju pelaksanaan revitalisasi. Fadli Zon menginformasikan jadwal peninjauan tersebut akan dilakukan pada hari berikutnya.

"Nah sekarang, besok (Rabu) ya, beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan," kata Fadli Zon.

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menjelaskan alasan mengapa candi perwara menjadi prioritas utama dalam fase revitalisasi kali ini. Fokus pada struktur pendukung ini diharapkan dapat melengkapi upaya pelestarian keseluruhan kompleks warisan dunia tersebut.

"Ada bagian dari Candi Prambanan yang memang namanya perwara, itu candi-candi kecilnya yang belum kita revitalisasi," lanjutnya.