JAKARTAHYPE.COM - Fenomena menarik tengah terjadi dalam lanskap investasi manufaktur global, di mana perusahaan-perusahaan mulai mengalihkan fokus mereka dari China ke negara berkembang lain. India kini muncul sebagai destinasi utama, mempercepat posisinya sebagai pusat manufaktur elektronik dunia seiring tren pergeseran investasi tersebut.

Pemerintah India baru-baru ini menunjukkan komitmen kuatnya untuk memperkuat industri domestik melalui persetujuan sejumlah proposal investasi strategis. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menarik modal baik dari investor global maupun domestik.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengumumkan pada 30 Maret 2026 bahwa mereka telah menyetujui 29 proposal perusahaan di bawah program manufaktur komponen elektronik. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.

Total nilai investasi yang disetujui dalam gelombang persetujuan ini mencapai 71,04 miliar rupee, setara dengan kurang lebih Rp12,8 triliun. Angka signifikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi pertumbuhan sektor manufaktur India ke depan.

Selain menarik investasi, pemerintah India juga secara agresif berupaya memperluas kapasitas produksi di dalam negeri untuk meningkatkan daya saing industri elektronik secara keseluruhan. Sektor manufaktur elektronik India saat ini telah mencatatkan nilai produksi sebesar US$125 miliar pada periode yang berakhir Maret 2025.

Lebih lanjut, Pemerintah India telah menetapkan target ambisius untuk sektor ini, yakni menargetkan nilai produksi melonjak hingga US$500 miliar pada tahun fiskal 2031. Target ini menggarisbawahi visi jangka panjang India untuk mendominasi pasar manufaktur elektronik.

Proposal investasi yang disetujui mencakup beragam sektor penting, mulai dari produksi ponsel, perangkat keras, telekomunikasi, hingga elektronik konsumen dan otomotif. Salah satu perusahaan yang mendapatkan lampu hijau adalah unit dari Dixon Technologies untuk memproduksi modul display.

Sebuah terobosan penting lainnya adalah persetujuan bagi Lohum Cleantech untuk memproduksi magnet permanen berbahan tanah jarang, yang disebut sebagai proyek produksi pertama di India untuk jenis material tersebut. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam industrialisasi material strategis.

Dilansir dari Reuters, pemerintah India dilaporkan sedang menyiapkan paket insentif baru untuk mendorong produksi lokal ponsel, menyusul berakhirnya program insentif sebelumnya pada Maret mendatang. Kebijakan baru ini diharapkan dapat semakin menarik minat perusahaan teknologi besar.