JAKARTAHYPE.COM - Setiap kali perhelatan akbar Piala Dunia berlangsung, sebuah fenomena menarik selalu terlihat di wilayah Maluku, yaitu dukungan kuat masyarakat setempat terhadap tim nasional sepak bola Belanda. Tradisi ini bukanlah hal baru, melainkan sebuah kebiasaan yang telah mengakar dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Dukungan yang mengakar ini terbukti sangat kuat, berlangsung secara konsisten sejak era kolonial Belanda hingga masa kini. Fanatisme ini menunjukkan kesinambungan ikatan emosional yang unik antara masyarakat Maluku dengan tim Oranye tersebut.

Ambon, sebagai salah satu pusat kehidupan di Maluku, sering kali menjadi saksi nyata dari loyalitas ini. Saat perhelatan internasional digelar, bendera Merah Putih Biru khas Belanda dapat terlihat dikibarkan dengan bangga oleh warga.

Bendera-bendera tersebut dipasang menggunakan tiang bambu yang ditinggikan semaksimal mungkin, baik di atas pohon-pohon tinggi maupun di pagar depan rumah warga sebagai penanda dukungan mereka. Hal ini menjadi pemandangan khas yang menyambut setiap Piala Dunia di wilayah tersebut.

Akar dari fanatisme yang kuat ini tidak terlepas dari kompleksitas ikatan yang melibatkan sejarah panjang, dimensi budaya, serta hubungan silsilah keluarga yang saling terkait. Faktor-faktor inilah yang merekatkan dukungan tersebut hingga kini.

Fakta menarik yang memperkuat ikatan tersebut adalah adanya sejumlah pemain sepak bola ternama Belanda yang ternyata memiliki darah keturunan Maluku. Keterkaitan genetik ini menambah dimensi personal bagi para pendukung di sana.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa loyalitas terhadap Timnas Belanda di Maluku adalah sebuah warisan yang diwariskan dari generasi kakek (opa) hingga cucu mereka. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya ikatan tersebut terbentuk seiring waktu.

Dikutip dari artikel aslinya, fenomena ini digambarkan sebagai tradisi yang berlangsung turun-temurun, di mana dukungan itu terus berlanjut dari opa sampai ke cucu. Hal ini menandakan bahwa dukungan tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas lokal saat ada perhelatan sepak bola dunia.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa saat seorang traveler berkunjung ke Ambon di Maluku, pemandangan bendera Belanda yang berkibar akan mudah dijumpai. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan tersebut terlihat secara kasat mata di berbagai sudut pemukiman.