JAKARTAHYPE.COM - Dunia pembuatan keris, yang secara tradisional didominasi oleh kaum pria, kini memiliki sosok inspiratif bernama Ika Arista. Ia adalah seorang mpu perempuan yang memilih jalan karier yang tidak lazim di tengah lingkungan perajin.

Langkah yang diambil Ika Arista ini menunjukkan keberanian luar biasa dalam melestarikan warisan budaya di tanah kelahirannya. Ia berupaya keras menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun di daerahnya.

Lokasi kiprahnya berada di Desa Aeng Tongtong, Sumenep, Madura. Desa ini dikenal sebagai sentra keris terbesar di Indonesia, bahkan diakui oleh UNESCO.

Desa Aeng Tongtong sendiri merupakan rumah bagi sekitar 600 perajin keris, menjadikannya wilayah dengan konsentrasi mpu terbanyak di seluruh dunia. Keberadaan Ika di tengah mayoritas perajin pria ini menjadi penanda penting.

Kehadiran Ika Arista di tengah dominasi para mpu pria menjadi sebuah simbol penting bagi perkembangan seni keris di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa keahlian tidak dibatasi oleh gender.

Bagi Ika, proses menciptakan sebilah keris jauh melampaui sekadar aktivitas fisik menempa besi mentah. Proses tersebut melibatkan aspek spiritual yang mendalam.

Ia meyakini bahwa pembuatan keris adalah tentang menyatukan rasa, jiwa, dan penghormatan mendalam terhadap nilai spiritualitas bangsa Indonesia. Ini adalah warisan yang harus dijaga integritasnya.

"Lewat keberaniannya, ia merawat warisan budaya di tanah kelahirannya," demikian pandangan yang muncul mengenai dedikasi Ika Arista dalam menjaga tradisi mpu di Madura.

Dikutip dari sumber berita, Desa Aeng Tongtong, Sumenep, Madura merupakan rumah bagi sekitar 600 perajin, menjadikannya sentra keris terbesar di Indonesia, bahkan diakui UNESCO sebagai wilayah dengan konsentrasi mpu terbanyak di dunia.