JAKARTAHYPE.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis ini dibuka dengan sentimen negatif yang kuat di pasar modal Indonesia. Pergerakan indeks secara keseluruhan terpantau berada dalam zona merah sejak awal sesi perdagangan pagi hari.

Hal ini menandakan bahwa tekanan jual lebih mendominasi dibandingkan dengan minat beli dari para pelaku pasar. Akibatnya, IHSG gagal mempertahankan level psikologis penting di angka 6.000.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari RTI pada Kamis, 4 Juni 2026, tepatnya pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 5.854 poin. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 86 poin atau setara dengan 1,46% dari penutupan sebelumnya.

Sebelumnya, IHSG sempat dibuka pada level pembukaan di angka 5.919 poin. Perbedaan antara harga pembukaan dan posisi saat pantauan pagi hari menggarisbawahi volatilitas negatif yang terjadi dalam waktu singkat.

Selama periode perdagangan pagi tersebut, pergerakan harga saham tercatat cukup dinamis dalam rentang yang terbatas. IHSG bergerak fluktuatif dengan mencatatkan level terendah sementara di 5.852 poin dan level tertinggi sementara di 5.924 poin.

Aktivitas transaksi di bursa juga menunjukkan volume yang cukup signifikan pada sesi awal tersebut. Nilai total transaksi yang tercatat pada perdagangan pagi hari ini telah mencapai angka Rp 1,18 triliun.

Transaksi tersebut melibatkan pertukaran sebanyak 1,95 miliar lembar saham yang diperdagangkan melalui sebanyak 143.258 kali proses jual beli. Aktivitas ini memberikan gambaran mengenai minat investor yang cukup tinggi meski dalam kondisi pasar yang melemah.

Dilansir dari RTI, situasi pergerakan IHSG yang anjlok ke level 5.854 pada pukul 9.05 WIB itu menunjukkan adanya koreksi pasar yang cukup dalam. Data tersebut menjadi penanda sesi perdagangan yang berat bagi indeks acuan nasional.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.