JAKARTAHYPE.COM - PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan penyesuaian tarif harga jual Avtur (Aviation Turbine Fuel) untuk periode Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme peninjauan harga bahan bakar aviasi yang dilakukan secara berkala oleh perusahaan energi milik negara tersebut.
Penyesuaian harga ini terjadi pada sektor bahan bakar pesawat terbang di berbagai lokasi bandar udara di seluruh Indonesia. Keputusan ini mencerminkan dinamika harga minyak mentah global serta perhitungan biaya operasional yang meliputi distribusi dan margin keuntungan yang ditetapkan.
Secara spesifik, Pertamina memutuskan untuk melakukan penurunan harga jual Avtur pada bulan Juli 2026, sebuah kabar yang berpotensi meringankan beban biaya operasional bagi maskapai penerbangan. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas tarif penerbangan di masa mendatang.
Perubahan tarif ini berlaku efektif mulai tanggal 1 Juli 2026, menandai periode di mana harga Avtur akan mengikuti patokan tarif baru yang telah ditetapkan. Penetapan waktu ini penting agar semua pemangku kepentingan, terutama pihak maskapai, dapat melakukan penyesuaian anggaran mereka.
Adapun rincian harga Avtur yang telah mengalami penurunan tersebut dapat dilihat pada daftar yang dirilis oleh Pertamina untuk setiap bandar udara utama. Harga yang ditetapkan bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan kompleksitas logistik penyaluran di masing-masing bandara.
Misalnya, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), harga Avtur yang berlaku per liter pada Juli 2026 ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter. Angka ini menunjukkan adanya reduksi dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, seperti Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), harga jual Avtur disesuaikan menjadi Rp15.150 per liter. Penyesuaian ini menunjukkan upaya pemerataan harga meski terdapat perbedaan biaya distribusi.
Dikutip dari Pertamina, penetapan harga ini selalu didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap indikator pasar. "Penyesuaian harga Avtur ini merupakan komitmen kami untuk menjaga daya saing industri penerbangan sembari memastikan keberlanjutan pasokan energi," ujar Hasto Kristiyanto, VP Corporate Communications Pertamina.
Lebih lanjut, kebijakan ini juga bertujuan untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan sektor penerbangan nasional pasca tantangan ekonomi global. Harga yang kompetitif menjadi kunci dalam menjaga volume pergerakan penumpang dan kargo udara.