JAKARTAHYPE.COM - Sebuah temuan geologis luar biasa tengah menjadi sorotan para ilmuwan dunia, yaitu aktivitas Gunung Erebus di benua Antartika. Gunung berapi yang sangat aktif ini dilaporkan secara rutin mengeluarkan partikel emas dalam jumlah yang cukup signifikan ke atmosfer sekitarnya.

Fenomena unik ini terungkap melalui penelitian mendalam yang dikutip oleh IFL Science, menyoroti bagaimana proses vulkanik dapat menghasilkan mineral berharga. Berdasarkan estimasi para peneliti, Gunung Erebus diperkirakan melepaskan sekitar 80 gram emas setiap harinya ke udara.

Jika dikonversi ke mata uang global, nilai dari 80 gram emas harian tersebut setara dengan kurang lebih US$6.000. Dengan asumsi kurs saat ini berada di angka Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, artinya harta karun alam ini bernilai sekitar Rp103,8 juta per 24 jam.

Partikel emas yang dimuntahkan gunung ini tidak hanya jatuh di area terdekat dari kawah utama. Tim peneliti menemukan bahwa sebaran debu emas tersebut memiliki jangkauan yang sangat luas, bahkan dapat terdeteksi hingga jarak 1.000 kilometer dari pusat terjadinya erupsi.

Gunung Erebus sendiri memegang status sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di wilayah Antartika. Dengan ketinggian mencapai 3.794 meter, ia juga tercatat sebagai gunung berapi aktif tertinggi di benua es tersebut sekaligus yang berada paling selatan di seluruh planet Bumi.

Aktivitas vulkanik Erebus terus dipantau secara ketat oleh para ilmuwan, baik melalui teknologi citra satelit maupun pengamatan langsung di lapangan. Penemuan kunci adalah keberadaan danau lava di bagian kawah puncak yang menunjukkan aktivitas konstan sejak setidaknya tahun 1972.

Mengenai mekanisme pelepasan emas, para pakar geologi menjelaskan bahwa proses tersebut terjadi bersamaan dengan emisi gas vulkanik. "Gunung ini secara rutin mengeluarkan gas dan uap, yang dalam beberapa kasus membawa partikel emas berukuran sangat kecil," tulis dalam studi tersebut.

Emas yang terlepas ke udara ini memiliki karakteristik fisik yang sangat spesifik, yakni berupa kristal yang berukuran mikroskopis. Partikel emas tersebut memiliki ukuran kurang dari 20 mikrometer, yang kemudian terbawa bersama semburan gas vulkanik sebelum menyebar luas di atmosfer.

Selain emisi gas dan debu emas, Erebus juga dikenal secara periodik menghasilkan material padat berupa "bom vulkanik". Material ini adalah lontaran batu pijar yang sebagian mencair akibat tekanan magma yang sangat tinggi dari kedalaman perut bumi.