JAKARTAHYPE.COM - Sebuah peristiwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,6 dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari Minggu sore ini. Kejadian ini memicu perhatian publik setempat mengenai potensi dampak dari getaran yang dirasakan.
Menurut data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di darat. Informasi ini memberikan gambaran awal mengenai sumber mekanisme pergerakan lempeng yang menyebabkan guncangan tersebut.
Peristiwa seismik ini tercatat terjadi tepat pada pukul 16:59 Waktu Indonesia Timur (WIT). Waktu kejadian pada sore hari ini menyebabkan masyarakat yang sedang beraktivitas merasakan getaran tersebut secara langsung.
BMKG menginformasikan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 0.39 Lintang Selatan dan 135.56 Bujur Timur. Lokasi ini mengindikasikan bahwa gempa terjadi di wilayah daratan Nabire.
Mengenai kedalaman hiposenter, gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman dangkal ini seringkali menjadi faktor utama mengapa guncangan terasa signifikan oleh warga sekitar episentrum.
"Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,6 terjadi pada Minggu (23/6/2024) pukul 16.59 WIT," ujar Kepala Stasiun Geofisika Manokwari, Rahmat Triyono. Pernyataan ini mengonfirmasi waktu dan kekuatan pasti dari guncangan yang melanda Nabire.
Lebih lanjut, Rahmat Triyono menjelaskan mengenai kondisi tektonik di wilayah tersebut. "Pusat gempa berada di darat, 14 kilometer barat laut Nabire," kata beliau. Informasi ini menegaskan bahwa Nabire berada dalam zona aktifitas seismik.
Dikutip dari BMKG, Rahmat Triyono memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat getaran tersebut. Observasi lebih lanjut terus dilakukan oleh tim BMKG setempat.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat Nabire untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG.