JAKARTA, JakartaHype.com - Kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi makin sering dialami generasi muda, khususnya Gen Z. Di tengah distraksi digital dan tekanan sosial yang tinggi, banyak anak muda merasa sulit untuk memulai atau menyelesaikan tugas tepat waktu.
Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Melly Latifah, menegaskan bahwa prokrastinasi bukan sekadar masalah malas. Ada faktor psikologis dan lingkungan yang ikut berperan besar di balik kebiasaan ini.
Berikut 5 fakta penting tentang prokrastinasi pada Gen Z yang wajib kamu tahu:
1. Bukan Malas, Tapi Soal Emosi dan Kecemasan
Banyak orang menganggap menunda pekerjaan adalah tanda kemalasan. Padahal, menurut Dr Melly, prokrastinasi lebih berkaitan dengan kesulitan mengelola emosi, motivasi, dan kecemasan terhadap tugas.
Rasa takut gagal, overthinking, atau merasa tugas terlalu berat sering membuat seseorang memilih menunda. Akibatnya, tugas semakin menumpuk dan justru menambah tekanan.
2. Lingkungan Digital Jadi Pemicu Utama
Gen Z adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi. Akses tanpa batas ke media sosial, game, dan hiburan digital membuat distraksi semakin sulit dihindari.
Notifikasi yang terus muncul sering kali mengalihkan fokus dari pekerjaan utama. Tanpa kontrol yang baik, waktu produktif bisa habis hanya untuk scrolling atau konsumsi konten.