JAKARTAHYPE.COM - Gelombang besar robot humanoid buatan China kini mulai menyebar secara masif ke berbagai penjuru dunia dalam rentang waktu yang sangat singkat. Perusahaan robotika terkemuka asal Shanghai, Agibot, baru-baru ini mengumumkan capaian luar biasa dalam distribusi produk mereka.
Agibot mengklaim telah berhasil mengirimkan sekitar 5.000 unit robot humanoid dalam kurun waktu tiga bulan terakhir saja. Capaian ini menandai akselerasi produksi yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Sebelumnya, Agibot memerlukan waktu dua tahun untuk mengirimkan 1.000 unit pertama robot mereka. Kemudian, dibutuhkan satu tahun tambahan untuk mencapai total pengiriman sebanyak 5.000 unit.
Kecepatan produksi saat ini menunjukkan lompatan kuantum dalam kapabilitas manufaktur perusahaan tersebut. Hal ini didorong oleh konsolidasi rantai pasokan dan standardisasi proses produksi yang semakin matang.
Chief Technology Officer Agibot, Peng Zhihui, menjelaskan bahwa perubahan drastis ini memungkinkan transisi dari penggunaan skala kecil ke permintaan komersial berskala besar.
Peng Zhihui juga menekankan pergeseran fokus pasar saat ini, "Penyebaran luas robot Agibot bukan lagi soal membuktikan kelayakan teknis, tetapi memberikan nilai yang dapat diskalakan dan mendorong adopsi embodied AI," ujar Peng, dikutip CNBC Indonesia dari Forbes, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan riset independen yang dirilis Januari lalu, Agibot telah memimpin pasar robot humanoid global dengan perkiraan pengiriman hampir 5.200 unit. Posisi ini jauh mengungguli pesaing terdekat mereka, Unitree, yang baru mencapai 4.200 unit.
Produsen robot dari Amerika Serikat seperti Figure, Agility Robotics, dan Tesla masih tertinggal jauh; masing-masing perusahaan tersebut baru mengirimkan sekitar 150 unit robot humanoid.
Dominasi manufaktur China juga tercermin dalam statistik produksi global, di mana hampir 90% robot humanoid di dunia diproduksi di negara tersebut. Peningkatan kinerja Agibot diprediksi akan semakin memperkuat posisi ini.