JAKARTAHYPE.COM - Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, ditutup dengan kinerja negatif signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ambruk sedalam 3,02% dan berakhir di level 5.760,33.
IHSG sebelumnya telah membuka perdagangan dengan pelemahan di level 5.919,57, mengindikasikan sentimen negatif yang sudah membayangi sejak awal sesi. Tekanan jual yang kuat kemudian mendominasi pasar, mendorong indeks turun lebih dalam hingga mencapai posisi 5.874,70 atau melemah 66,37 poin (-1,12%).
Selama sesi perdagangan pagi tersebut, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas dengan rentang pergerakan yang cukup lebar. IHSG sempat mencatatkan level tertinggi di 5.924,51 sebelum akhirnya tertekan hingga mencapai titik terendah di 5.873,00.
Dampak dari aksi jual masif ini juga terlihat pada nilai pasar Bursa Efek Indonesia, di mana kapitalisasi pasar terpangkas dan kini berada di angka Rp10.311 triliun. Penurunan ini menambah tekanan setelah sehari sebelumnya IHSG juga mengalami koreksi tajam.
Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG telah ambles 4,11% ke level 5.941,07. Koreksi tersebut dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai hampir Rp1 triliun, dengan sekitar 75% saham berakhir di zona merah.
Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh sejumlah sentimen negatif berskala global yang kembali menekan pasar keuangan domestik. Faktor-faktor pendorong meliputi ambruknya Wall Street, kenaikan harga minyak dunia, serta penguatan mata uang dolar Amerika Serikat.
Kondisi pasar saham regional juga memperparah situasi, di mana indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 2% setelah kembali dibuka pasca libur. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,4%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia juga bergerak di zona merah dengan penurunan 0,84%.
Menanggapi kondisi pasar yang bergejolak, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan perwakilan Standard & Poor's (S&P) Global pada Rabu (3/6/2026). Pertemuan tersebut membahas prospek ketahanan ekonomi Indonesia di tengah risiko global.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga Hartarto menyampaikan pandangan pemerintah mengenai stabilitas fundamental ekonomi nasional. "Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian," ujar Airlangga Hartarto melalui akun Instagram resminya.