JAKARTAHYPE.COM - Gelaran akbar Piala Dunia FIFA 2026 telah usai, meninggalkan jejak kesuksesan yang signifikan, terutama bagi sektor perhotelan di berbagai kota penyelenggara di Amerika Serikat. Para pengelola hotel kini dapat bernapas lega dengan pencapaian finansial yang sangat memuaskan.

Fenomena utama yang teramati adalah lonjakan drastis pada metrik RevPAR (Revenue Per Available Room). Angka ini, yang mengukur pendapatan yang dihasilkan per kamar yang tersedia, menunjukkan peningkatan yang jauh melampaui ekspektasi awal para analis.

Sebelumnya, perusahaan penyedia data properti terkemuka, CoStar, telah mengeluarkan proyeksi. CoStar memprediksi bahwa RevPAR di wilayah tuan rumah AS akan mengalami pertumbuhan sekitar 13% selama periode kompetisi berlangsung.

Namun, realita di lapangan membuktikan hal yang berbeda dan lebih menggembirakan. Periode antara 11 hingga 27 Juni 2026 mencatat hasil yang jauh melampaui angka yang diprediksi oleh CoStar.

Peningkatan RevPAR di kota-kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 ini secara rata-rata berhasil menembus angka di atas 20%. Angka ini menunjukkan geliat ekonomi yang kuat berkat gelaran olahraga internasional tersebut.

"Pertumbuhan RevPAR di wilayah tuan rumah AS akan berada di angka 13% selama kompetisi berlangsung," demikian prediksi awal yang sempat dibuat oleh CoStar.

Realitas di lapangan pada periode 11 hingga 27 Juni menunjukkan hasil yang jauh lebih tinggi dari prediksi tersebut. Hal ini mengindikasikan dampak ekonomi positif yang signifikan.

"Peningkatan RevPAR di kota-kota tersebut secara rata-rata berhasil menembus angka di atas 20%," demikian dilaporkan dari Travel Weekly pada Kamis, 23 Juli 2026.

Informasi ini menunjukkan betapa besar dampak positif yang dibawa oleh Piala Dunia 2026 terhadap industri perhotelan di Amerika Serikat, bahkan melebihi perkiraan yang paling optimis sekalipun.