Jakarta, JakartaHype. Com - Ternyata, punya HP paling canggih gak selalu bikin bahagia. Buktinya, sekarang lagi muncul tren unik di kalangan anak muda (Gen Z): mereka mulai melirik kembali HP jadul atau yang sering disebut "dumb phone".
Bosan "Scrolling" Terus
Kenapa sih mereka balik ke HP yang cuma bisa telepon sama SMS? Menurut pengamat tren Jose Briones, banyak anak muda yang sudah lelah dengan layar (screen fatigue). Mereka merasa jenuh karena seharian penuh harus terpaku ke media sosial dan notifikasi yang nggak ada habisnya.
Di Amerika Serikat, penjualan HP Nokia jadul (yang sekarang dipegang HMD Global) malah laku keras sampai puluhan ribu unit tiap bulan. Padahal, biasanya HP jenis ini cuma laris di daerah seperti Afrika atau India.
Gimana dengan Pasar HP di Indonesia?
Di Indonesia ceritanya agak beda. Bukannya pindah ke HP jadul, masyarakat kita justru lebih pilih-pilih soal harga karena daya beli yang lagi turun. Ini ringkasan kondisi pasar HP kita:
1. HP Murah Meriah Jadi Primadona
Pasar paling ramai justru di HP harga di bawah Rp 1,6 juta. Merek-merek seperti Infinix, Tecno, dan Itel (grup Transsion) sukses besar di sini karena harganya yang pas di kantong.
2. HP Kelas Menengah Tetap Laris