JAKARTAHYPE.COM - G-Dragon, nama panggung Kwon Ji-yong, baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan kehadiran resminya sebagai duta kehormatan UNESCO. Penampilannya yang memukau di upacara pembukaan Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 di Busan menandai sebuah evolusi signifikan dalam kariernya yang gemilang.
Idol K-Pop yang dikenal luas sebagai ikon fashion dunia ini kini merambah ranah diplomasi budaya. Kehadirannya di Busan dengan gaya rambut pirang terbaru sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemarnya.
Banyak penggemar yang menduga perubahan penampilan ini sebagai isyarat persiapan untuk comeback musiknya. Namun, G-Dragon justru menunjukkan karisma yang berbeda di atas panggung, mengenakan setelan jas putih yang elegan.
Detail kecil seperti nail art bertema bendera Korea Selatan turut menjadi sorotan, memperlihatkan kebanggaan G-Dragon pada identitas bangsanya. Penampilannya yang tetap awet muda setelah lebih dari 20 tahun berkarier semakin memukau banyak pihak.
Pada bulan ini, G-Dragon secara resmi ditunjuk sebagai Duta Kehormatan untuk Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO. Penunjukan ini menegaskan pengaruhnya yang melampaui dunia hiburan.
Saat menyampaikan pidatonya, G-Dragon menekankan pentingnya upaya perlindungan situs-situs warisan dunia yang kini menghadapi ancaman serius akibat konflik dan perubahan iklim. Ia menggarisbawahi peran seni dalam upaya konservasi ini.
"Melindungi warisan kita lebih dari sekadar melestarikan masa lalu, ini tentang membangun masa depan yang damai, dan aku percaya bahwa seni juga dapat menjadi kekuatan yang ampuh untuk melindungi warisan dunia kita," ujar G-Dragon dalam pidatonya.
Ia menambahkan, "Seni menggerakkan hati kita, dan bersama-sama kita dapat mengubah dunia melalui seni dan budaya," ungkap G-Dragon dalam pidatonya.
Sebelum penunjukannya sebagai duta kehormatan UNESCO, G-Dragon telah aktif dalam kegiatan sosial. Pada Agustus 2024, ia mendirikan JUSPEACE Foundation yang berfokus pada isu-isu seperti pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan perlindungan hak asasi manusia.