JAKARTAHYPE.COM - Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 akan menyajikan sebuah pembaruan signifikan terkait manajemen waktu pertandingan bagi para atlet. Inovasi yang diperkenalkan kali ini adalah adanya jeda minum resmi yang akan diterapkan pada setiap babak.
Jeda ini secara spesifik dikenal sebagai 'hydration break' dan telah dipastikan akan berlangsung selama tiga menit. Penerapan jeda minum ini dilakukan secara serentak di semua pertandingan yang akan dihelat dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Secara kronologis, jeda minum ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada menit ke-22 dalam setiap babak pertandingan. Hal ini berarti baik babak pertama maupun babak kedua akan mendapatkan alokasi waktu istirahat singkat ini untuk hidrasi pemain.
Perubahan terbesar dari kebijakan baru ini adalah sifatnya yang tidak lagi situasional, berbeda dari penerapan sebelumnya. Sebelumnya, jeda minum hanya akan diberikan apabila kondisi suhu lingkungan dianggap terlalu panas dan membutuhkan pendinginan ekstra bagi para atlet.
Keputusan final mengenai penerapan jeda minum wajib ini diumumkan oleh FIFA pada bulan Desember 2025. Pengumuman tersebut secara tegas menyatakan bahwa semua laga Piala Dunia 2026 akan mengikuti aturan baru ini tanpa terkecuali.
"FIFA mengumumkan seluruh laga Piala Dunia 2026 akan menerapkannya tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan," ujar perwakilan FIFA, menggarisbawahi bahwa faktor cuaca tidak lagi menjadi penentu utama.
Implikasi dari keputusan ini adalah jeda minum selama tiga menit tersebut akan tetap diberlakukan meskipun pertandingan digelar di wilayah dengan iklim yang relatif sejuk. Contohnya adalah pertandingan yang berlangsung di kota-kota seperti Seattle.
Selain itu, aturan ini juga berlaku penuh untuk laga-laga yang diselenggarakan di stadion tertutup yang memiliki atap permanen. Walaupun paparan lingkungan luar minim, jeda hidrasi tetap menjadi bagian dari protokol pertandingan.
"Jeda minum atau 'hydration break' sebenarnya sudah sering diterapkan, namun biasanya bersifat situasional yakni ketika suhu lingkungan dinilai cukup panas," kata seorang pakar olahraga yang dikutip dari sumber berita.