JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena perilaku tak lazim teramati pada populasi monyet liar Barbary macaque yang mendiami kawasan Batu Gibraltar. Para peneliti mencatat bahwa primata ini mulai menunjukkan kebiasaan memakan tanah, suatu tindakan yang dikenal sebagai geofagi.

Perilaku aneh ini ditemukan saat para ilmuwan melakukan observasi terhadap kelompok kera tersebut, terutama yang sering berinteraksi dengan para wisatawan. Studi menunjukkan adanya korelasi kuat antara frekuensi interaksi dengan turis dan intensitas konsumsi tanah oleh monyet.

Puncak dari kebiasaan geofagi ini tercatat terjadi selama periode musim liburan ketika jumlah pengunjung di Gibraltar meningkat secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa asupan makanan dari manusia menjadi faktor pemicu utama perubahan perilaku diet mereka.

Di Gibraltar, terdapat sekitar 230 ekor macaque yang terbagi dalam delapan kelompok berbeda. Meskipun otoritas setempat secara rutin menyediakan makanan alami seperti biji-bijian, buah, dan sayuran, turis sering kali memberikan camilan olahan.

Makanan cepat saji yang diberikan turis bervariasi, meliputi keripik, cokelat batangan, permen M&M's, bahkan es krim. Pengamatan yang dilakukan antara tahun 2022 hingga 2024 mengungkapkan bahwa hampir seperlima dari total asupan makanan monyet berasal dari junk food turis.

Para peneliti menduga adanya hubungan langsung antara konsumsi makanan olahan ini dengan gangguan pada sistem pencernaan primata tersebut. Mereka berteori bahwa tanah berfungsi sebagai agen penyeimbang bagi mikrobioma usus yang terganggu akibat makanan tidak sehat.

Sylvain Lemoine, seorang ahli ekologi perilaku primata dari University of Cambridge, menjelaskan pandangannya mengenai mekanisme adaptasi ini. "Kami berpikir bahwa memakan junk food ini mengganggu komposisi mikrobioma dan kami tahu bahwa bakteri serta mineral dalam tanah dapat membantu menyusun kembali mikrobioma dan mengurangi efek negatifnya," kata Lemoine, dikutip dari The Guardian, Rabu (29/4/2026).

Lemoine menambahkan bahwa tanah tersebut kemungkinan besar memberikan manfaat protektif bagi kesehatan internal monyet. "Kami pikir tanah memiliki efek perlindungan," imbuhnya.

Kelompok monyet yang mendiami puncak Batu Gibraltar, lokasi favorit wisatawan, menunjukkan perilaku ini dua kali lebih sering dibandingkan kelompok lainnya. Kelompok ini juga tercatat paling banyak mengonsumsi makanan yang disediakan turis, seperti kacang asin, Coca-Cola, hingga es krim.