JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan menarik terjadi dalam proses pemilihan juri untuk sidang gugatan hukum yang diajukan oleh Elon Musk terhadap OpenAI di Amerika Serikat. Fakta yang terungkap selama proses seleksi menunjukkan bahwa sentimen negatif publik terhadap Musk cukup signifikan di kalangan warga AS.

Pemilihan juri merupakan tahapan krusial dalam sistem peradilan di Amerika Serikat, di mana kedua belah pihak yang bersengketa berhak menolak calon juri yang dianggap memiliki potensi bias. Dalam konteks ini, banyak calon juri yang diwawancarai secara terbuka menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap figur Elon Musk.

Salah satu calon juri, seorang pekerja konstruksi yang aktif berbagi meme dan masih berlangganan koran cetak, menyampaikan pandangannya kepada Hakim Yvonne Gonzales Rogers. Ia berpendapat bahwa Musk cenderung tidak peduli terhadap orang lain, menyamakannya dengan pandangan terhadap Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Calon juri lainnya, yang merupakan pegawai di pemerintahan kota Oakland, meskipun sempat melontarkan sebutan negatif terhadap Musk, ia menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas sebagai juri dengan pendekatan terbaik dan tanpa memihak. Proses seleksi ini menjadi cerminan dinamika publik terhadap tokoh teknologi berpengaruh tersebut.

Setelah melalui proses wawancara yang memakan waktu, akhirnya pengadilan berhasil menentukan sembilan orang juri yang akan bertugas mengambil keputusan penting dalam kasus gugatan Musk terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman. Keputusan ini harus diambil berdasarkan fakta persidangan yang disajikan.

Pengacara Elon Musk, Steven Molo, mengajukan protes keberatan terhadap beberapa calon juri yang terpilih, meminta hakim untuk mengganti mereka. Molo secara spesifik menyoroti seorang calon yang menyebut Musk sebagai individu yang "serakah, rasis, dan homofobia," serta calon lain yang melabeli Musk sebagai "bajingan kelas dunia."

Namun, Hakim Rogers menolak permintaan pengacara Musk tersebut dan meminta pihak penggugat untuk menerima kenyataan bahwa Musk memang dibenci oleh sebagian besar orang. Hakim mengingatkan bahwa sentimen pribadi tidak boleh menghalangi tegaknya keadilan.

Hakim Rogers memberikan penegasan tegas mengenai tugas peradilan, "Begini, kenyataannya orang-orang tidak suka dia. Namun, itu tak berarti warga AS, tidak bisa mengikuti proses peradilan ini tanpa integritas," ujar Rogers, menekankan pentingnya integritas dalam persidangan.

Saat ini, sidang gugatan Musk terhadap OpenAI telah memasuki fase mendengarkan kesaksian, di mana Musk menuntut ganti rugi lebih dari US$ 100 miliar atas tuduhan penipuan yang dilakukan oleh OpenAI dan Sam Altman. Gugatan ini berakar pada perubahan arah organisasi tersebut.