JAKARTAHYPE.COM - Pertandingan persahabatan internasional yang sangat dinantikan antara tim nasional Belgia dan Tunisia akan segera tersaji, menandai salah satu tahapan akhir persiapan kedua negara sebelum melakoni turnamen akbar Piala Dunia FIFA 2026.

Duel krusial ini dijadwalkan untuk dimulai pada tanggal 6 Juni 2026, tepat pukul 9:00 pagi waktu setempat. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga bagi kedua pelatih untuk mematangkan strategi dan komposisi tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Bagi publik di Amerika Serikat, terdapat opsi untuk menyaksikan laga persahabatan ini secara langsung, baik melalui saluran televisi maupun layanan live stream yang akan diinformasikan lebih lanjut. Pertandingan ini penting karena menjadi ajang pemanasan terakhir bagi kedua kesebelasan.

Timnas Belgia, yang dijuluki Red Devils, akan membuka kampanye Piala Dunia mereka dengan menghadapi Mesir di Lumen Field, Seattle, pada tanggal 15 Juni. Mereka datang dengan modal positif setelah berhasil menundukkan Kroasia 2-0 pada laga sebelumnya.

Dalam kemenangan melawan Kroasia tersebut, Romelu Lukaku kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol internasionalnya yang ke-90, menegaskan perannya sebagai ujung tombak vital bagi skuad Belgia. "Romelu Lukaku datang dari bangku cadangan untuk mencetak gol internasionalnya yang ke-90 dan menggarisbawahi betapa pentingnya dia bagi skuad," demikian disampaikan mengenai penampilan sang striker.

Sementara itu, Tunisia, yang dikenal sebagai The Eagles of Carthage, menghadapi tantangan berbeda setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Austria pada 1 Juni. Hasil ini tentunya memberikan bahan evaluasi penting bagi staf pelatih.

Tunisia akan memulai babak penyisihan Grup F Piala Dunia dengan menghadapi Swedia pada 14 Juni di Monterrey, sebelum berhadapan dengan Jepang dan Belanda dalam grup yang diprediksi akan sangat menantang.

Belgia memiliki lini serang yang patut diwaspadai, diperkuat oleh kualitas individu Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Lukaku yang menawarkan ancaman konstan di lini pertahanan lawan. Kekuatan ofensif mereka sebelumnya telah terbukti saat mereka memenangkan laga 5-2 melawan Amerika Serikat pada Maret lalu.

Di sisi lain, Tunisia mengandalkan struktur pertahanan yang disiplin dan kemampuan transisi serangan yang cepat, meskipun rekor mereka dalam laga persahabatan belakangan ini cenderung inkonsisten. Pengalaman di turnamen besar menjadi fondasi kuat bagi skuad asuhan pelatih Tunisia.