JAKARTAHYPE.COM - Pertandingan krusial babak perempat final Liga MX Clausura 2026 akan segera tersaji, mempertemukan tuan rumah Atlas melawan tamunya, Cruz Azul. Laga leg pertama ini dijadwalkan berlangsung di Estadio Jalisco pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.
Duel ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan juga panggung reuni taktis antara dua sosok yang pernah berbagi lapangan, yaitu pelatih Atlas, Diego Cocca, dan arsitek Cruz Azul, Joel Huiqui. Kedua manajer ini akan saling beradu strategi setelah lebih dari dua dekade berpisah sebagai pemain.
Dikutip dari TUDN, Cruz Azul dipandang sebagai unggulan utama dalam seri pertandingan ini. Keunggulan mereka didasarkan pada raihan tujuh poin lebih banyak dibandingkan tim berjuluk Zorros tersebut dalam klasemen umum musim reguler.
Kekuatan skuad Cruz Azul juga menjadi sorotan utama, mengingat kedalaman pemain di setiap lini dianggap lebih mumpuni jika dibandingkan dengan komposisi yang dimiliki oleh tim Atlas saat ini. Hal ini menambah tekanan bagi tim tuan rumah dalam menghadapi leg pertama.
Pertemuan ini menjadi sebuah narasi menarik karena Cocca dan Huiqui pernah menjadi rekan satu tim dalam satu era. Mereka berdua sama-sama berjuang di lini pertahanan untuk tim Pachuca dan Veracruz pada turnamen Apertura tahun 2003.
Dikutip dari ESPN Deportes, momen pertemuan langsung pertama mereka di lapangan terjadi pada 24 September 2003, di mana tim Veracruz yang diperkuat Cocca berhasil menaklukkan Pachuca yang dibela Huiqui dengan skor akhir 3-1.
Kini, peran mereka telah bertukar posisi; Diego Cocca, yang pensiun sebagai pemain pada tahun 2006, kini memimpin Atlas—tim yang pernah ia bela saat masih aktif bermain. Sementara itu, Joel Huiqui, legenda Cruz Azul yang mengakhiri karier bermainnya pada 2019, memimpin timnya dalam perburuan gelar juara.
Duel kepelatihan ini menandai transisi signifikan dari masa lalu mereka sebagai pemain di kasta tertinggi sepak bola Meksiko menuju peran mereka saat ini di bangku cadangan tim masing-masing. Ini adalah pertarungan antara dua filosofi yang lahir dari pengalaman lapangan yang sama.
Terkait persiapan pertandingan, Presiden Atlas telah memberikan pembaruan kepada media mengenai kondisi lapangan di stadion kebanggaan mereka. Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan awak pers menjelang pertandingan pembuka babak krusial ini.