JAKARTAHYPE.COM - Aktris ternama asal Inggris, Emilia Clarke, berbagi kisah kelam yang ia alami di balik popularitasnya sebagai bintang serial Game of Thrones. Ia mengaku sempat memiliki keyakinan kuat bahwa hidupnya tidak akan berlangsung lama setelah menghadapi kondisi kesehatan serius.

Kondisi kesehatan yang dialaminya, yakni dua kali mengalami pendarahan otak di usia muda, telah berdampak signifikan pada kesehatan mental dan rasa percaya diri Emilia selama bertahun-tahun lamanya.

Emilia Clarke menyampaikan pengalamannya ini saat menghadiri acara Variety Power of Women di London baru-baru ini. Ia mengenang bagaimana trauma fisik tersebut membentuk pandangannya terhadap hidup.

"Selama beberapa tahun, aku merasa seperti sudah lolos dari kematian, dan kematian itu akan datang menjemputku. Aku benar-benar merasa telah melakukan sesuatu yang salah dan seharusnya tidak berada di sini," ujar Emilia Clarke dalam acara tersebut.

Peristiwa pendarahan otak pertama menimpa bintang berusia 39 tahun itu pada usia 22 tahun, tepat ketika kariernya mulai menanjak berkat perannya sebagai Daenerys Targaryen. Dua tahun berselang, ia kembali harus menjalani operasi akibat pendarahan otak kedua.

Ia merinci fase krusial tersebut, di mana kedua insiden medis itu terjadi berdekatan dengan pencapaian profesionalnya. "Aku berusia 22 tahun saat mengalami perdarahan otak pertama, dan 24 tahun ketika mengalami yang kedua," ungkapnya.

Saat itu, Emilia sedang berada di puncak kesibukan, menjalani syuting musim pertama Game of Thrones dan kemudian debut di Broadway. Kesibukan ini membuatnya tidak sempat memproses dampak trauma yang dialaminya.

"Aku tidak pernah punya kesempatan untuk benar-benar memikirkan apa yang dilakukan dua trauma otak itu pada diriku karena aku masih bisa berjalan, berbicara, mengingat dialog, dan kembali syuting hanya dalam hitungan minggu," katanya.

Bahkan, Emilia sempat mengabaikan berbagai gejala fisik yang muncul, seperti nyeri di sekujur tubuh, kecemasan, gangguan hormon, hingga pingsan setelah sesi syuting yang panjang. Ia menganggap semua itu adalah konsekuensi wajar dari tekanan industri hiburan.