JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden menarik perhatian publik baru-baru ini terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, melibatkan seorang pendaki yang mengalami kondisi medis mendadak. Pendaki tersebut diketahui memiliki bobot tubuh yang cukup signifikan, yakni mencapai 145 kilogram.
Peristiwa ini bermula ketika pendaki tersebut tiba-tiba mengalami gejala keram kaki yang cukup parah saat berada di tengah pendakian. Kondisi ini sontak menyulitkan mobilitasnya untuk melanjutkan perjalanan atau turun dari gunung.
Akibat kondisi fisik dan berat badan pendaki tersebut, proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR dan relawan menjadi sangat menantang. Situasi ini memerlukan penanganan khusus dan ekstra hati-hati dari seluruh tim penyelamat di lapangan.
Detik-detik menegangkan selama proses evakuasi pendaki dengan bobot besar ini berhasil direkam dalam format video. Video tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial, menarik simpati warganet.
Video yang beredar menggambarkan bagaimana upaya keras dilakukan tim relawan untuk mengevakuasi pendaki yang diketahui bernama Roby tersebut. Proses penyelamatan ini memang berlangsung cukup dramatis dan memakan durasi waktu yang tidak sebentar.
Dalam rekaman visual yang viral, terlihat jelas bagaimana upaya pengangkatan dilakukan oleh para petugas. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggendong pendaki tersebut menggunakan sarung yang dimodifikasi sebagai alat bantu angkut.
"Dalam video yang beredar viral, tampak pendaki yang diketahui bernama Roby itu tengah digendong oleh seorang relawan dengan menggunakan sarung," demikian narasi yang muncul mengiringi potongan video dramatis tersebut.
Proses evakuasi memakan waktu lama dan intens karena bobot tubuh pendaki yang menjadi tantangan utama bagi tim penolong. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di medan yang sulit.
Dikutip dari sumber informasi yang meliput kejadian ini, proses evakuasi pendaki dengan bobot 145 kilogram itu berlangsung dengan cukup dramatis dan memakan waktu cukup lama lantaran bobot tubuh pendaki tersebut.