JAKARTAHYPE.COM - Sebuah situs prediksi pasar bernama Polymarket menuai kecaman keras setelah menjadikan nasib pilot Amerika Serikat (AS) yang hilang sebagai objek taruhan. Insiden ini memicu reaksi tajam dari kalangan politisi di Washington.

Pilot pesawat jet tempur F-15E tersebut dilaporkan hilang setelah pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Iran pada hari Jumat pekan lalu. Sementara satu kru berhasil diselamatkan, nasib sang pilot utama masih menjadi misteri.

Pasukan militer AS dilaporkan telah berhasil melakukan operasi penyelamatan besar-besaran di awal pekan ini. Operasi tersebut bertujuan untuk mengevakuasi pilot yang diketahui sempat terperangkap di kawasan pegunungan Iran.

Kemarahan besar muncul dari Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Massachusetts, Seth Moulton, melihat adanya aktivitas taruhan ini. Moulton secara terbuka mengecam platform Polymarket atas tindakan yang dianggapnya tidak bermoral tersebut.

"Mereka bisa jadi tetangga Anda, teman, anggota keluarga. Dan orang-orang bertaruh apakah mereka akan diselamatkan atau tidak," jelas Moulton dalam unggahannya di akun X, dilansir dari CNBC Internasional, Senin (6/4/2026).

Menanggapi gelombang kritik tersebut, pihak Polymarket bergerak cepat untuk menghapus pasar taruhan yang kontroversial itu. Mereka menegaskan bahwa platform tersebut tidak mengambil keuntungan finansial dari pasar geopolitik apa pun.

Namun, Moulton meragukan alasan penutupan pasar tersebut, mengindikasikan bahwa tindakan Polymarket bukan murni didasari oleh standar etika internal. Dia menduga ada tekanan eksternal yang memaksa platform tersebut mengambil langkah tersebut.

"Polymarket tidak menutup pasar karena melanggar standar. Mereka menutupnya karena kami menegur mereka," jelas Moulton.

Anggota DPR tersebut juga menyoroti peran Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang memiliki yurisdiksi mengatur platform pasar prediksi. Moulton menyayangkan minimnya tindakan tegas dari otoritas tersebut.