JAKARTAHYPE.COM - Manajemen San Antonio Spurs kini tengah menghadapi sebuah persimpangan jalan yang menentukan terkait alokasi anggaran untuk musim kompetisi NBA mendatang, khususnya mengenai nasib Julian Champagnie. Keputusan ini harus segera diambil menjelang periode bursa jeda musim kompetisi.
Pemain berusia 24 tahun tersebut, Julian Champagnie, telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan sepanjang musim reguler 2025-2026. Peningkatan ini membuatnya layak mendapatkan kesepakatan finansial yang cukup besar dari klub.
Berdasarkan data musim reguler, Champagnie berhasil mencatatkan rata-rata 11,1 poin per pertandingan, menjadikannya aset penting dalam skema tim. Hal ini memicu diskusi mengenai opsi kontrak yang harus diambil Spurs di musim panas ini.
Menurut pengamat NBA dari ESPN, Bobby Marks, Champagnie memiliki peluang besar untuk mendapatkan kontrak baru berdurasi empat tahun dengan nilai total mencapai 87 juta dolar AS. Hal ini akan terjadi jika Spurs memutuskan untuk tidak mengaktifkan opsi tim senilai 3 juta dolar AS untuk musim depan.
"Dia juga memenuhi syarat untuk perpanjangan kontrak di bulan Juli jika opsi tersebut diaktifkan," ujar Bobby Marks, pengamat NBA dari ESPN.
Performa Champagnie tidak merosot di babak pascamusim, di mana ia mencetak rata-rata 10,1 poin dalam 15 pertandingan. Hal ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci yang dapat mendukung perkembangan bintang muda lainnya, seperti Victor Wembanyama dan Dylan Harper.
Di sisi lain, sorotan utama manajemen Spurs tertuju pada perpanjangan kontrak megabintang Victor Wembanyama, yang berpotensi menjadi perpanjangan kontrak ruki terbesar dalam sejarah NBA. Kesepakatan ini dapat mulai disepakati pada tanggal 6 Juli mendatang.
"Mulai hari setelah Final NBA—dia secara resmi dapat menandatangani pada 6 Juli—dan Spurs dapat menyetujui perpanjangan kontrak lima tahun senilai $251 juta," tulis Bobby Marks, pengamat NBA dari ESPN.
Nilai kontrak Wembanyama tersebut bahkan bisa meningkat drastis hingga mencapai 301 juta dolar AS, tergantung pada pencapaian individu seperti masuk skuad All-NBA, meraih gelar MVP, atau memenangkan penghargaan Defensive Player of the Year pada musim 2026-2027.