JAKARTAHYPE.COM - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi ekonomi perempuan di Indonesia melalui berbagai inovasi. Langkah strategis ini dianggap krusial untuk memastikan inklusi keuangan yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Friderica saat ia didaulat menjadi pembicara utama dalam acara bergengsi Top Women Fest 2026. Acara ini berlangsung di Area Relief Sarinah, yang berlokasi di Jakarta Pusat, menjadi wadah penting untuk menyamakan visi pemberdayaan perempuan.

Menurut pandangan Friderica, salah satu instrumen paling efektif untuk mencapai tujuan pemberdayaan ekonomi perempuan adalah melalui percepatan digitalisasi sektor keuangan. Hal ini mencakup pemanfaatan berbagai inovasi teknologi finansial atau fintech.

"Fintech dan lain-lain ini sangat juga bisa mendorong perempuan-perempuan Indonesia terutama dalam hal ini untuk akses terhadap keuangan, untuk ekonomi, dan lain-lain bisa semakin diberdayakan.Karena itu kita mendorong ya bagaimana akses ini bisa kita semakin mudahkan," ujar Friderica Widyasari Dewi.

Beliau menilai bahwa kaum perempuan, termasuk para ibu rumah tangga, memegang peranan sentral dalam mendorong tumbuhnya partisipasi aktif di ranah keuangan digital. Peran mereka dinilai sangat signifikan dalam ekosistem ekonomi digital nasional.

Namun demikian, terdapat tantangan signifikan yang harus dihadapi bersama dalam upaya digitalisasi ini. Banyaknya kasus penipuan membuat perempuan rentan menjadi korban kerugian di sektor jasa keuangan.

Friderica menyoroti kerentanan ini dengan tegas. "Karena ketidaktahuan, karena mereka mudah percaya, dan lain. Ini banyak sekali perempuan yang menjadi korban, misalnya belanja online dan sebagainya, memanfaatkan pendanaan tapi ternyata itu bodong dan sebagainya," tutur Friderica.

Menanggapi tantangan tersebut, Friderica mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan suportif bagi perempuan. Upaya kolektif ini penting untuk mewujudkan potensi penuh kaum hawa.

"Jadi inilah tugas kita semua, bagaimana ini perempuan-perempuan hebat, yang powerful yang hari ini diundang, bagaimana kita bisa lebih memberdayakan saudara-saudara kita, para perempuan Indonesia, untuk lebih sukses dan bisa berkontribusi dalam apapun yang dilakukan mereka terhadap negara bangsa yang kita cintai itu," kata Ketua Dewan Komisioner OJK tersebut.