JAKARTAHYPE.COM - Rentetan aktivitas seismik mengguncang beberapa wilayah di Indonesia sepanjang Jumat dini hari hingga pagi, 5 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian gempa bumi terjadi dalam skala magnitudo yang beragam.
Kegempaan beruntun ini terkonsentrasi di beberapa titik strategis di kepulauan Indonesia, meliputi wilayah Jawa, Sumbawa, hingga Laut Maluku Utara. Aktivitas tektonik ini terpantau oleh sistem monitoring realtime sejak pukul dua dini hari waktu setempat.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan lempeng tektonik yang menjadi pemicu getaran yang dirasakan masyarakat. BMKG memberikan catatan penting bahwa data awal mengenai indikator gempa bumi ini masih berpotensi mengalami perubahan seiring pembaruan data.
BMKG mengelompokkan data seismik pagi ini ke dalam beberapa klaster wilayah berdasarkan lokasi kejadian. Wilayah Indonesia bagian tengah dan timur dilaporkan mendominasi frekuensi getaran yang terjadi dalam kurun waktu beberapa jam terakhir.
Aktivitas tektonik tercatat secara bergantian di Pulau Jawa dan Sumatra pada periode tersebut. Di wilayah Jawa bagian selatan, terdeteksi guncangan dengan kedalaman hiposenter yang bervariasi, mulai dari dangkal hingga menengah.
Gempa bumi di Samudra Hindia selatan Jawa dan di daratan menunjukkan variasi kedalaman hiposenter yang berbeda-beda. Kondisi serupa juga terpantau di wilayah Sumatra bagian selatan yang turut menunjukkan aktivitas seismik pada dini hari.
Klaster Sumbawa menjadi area yang paling sering mengalami pergerakan seismik beruntun selama periode pengamatan ini. Tercatat terdapat tiga kali guncangan berturut-turut yang terjadi di kawasan Sumbawa dengan kedalaman yang sangat kontras.
Pergerakan lempeng juga diikuti oleh aktivitas di wilayah laut Maluku bagian utara serta Kepulauan Talaud. Karakteristik gempa di area timur ini cenderung terjadi pada kedalaman menengah hingga dalam berdasarkan analisis awal.
BMKG merilis parameter teknis untuk mempermudah pemetaan, mencakup waktu kejadian, kekuatan magnitudo, kedalaman, serta titik koordinat geografis dari setiap peristiwa gempa.