JAKARTAHYPE.COM - Seorang penata rias (MUA) bernama Ari Izam asal Lampung baru-baru ini membagikan kisah perjalanan kariernya yang penuh liku dan inspiratif melalui akun Instagram pribadinya @ariizam. Kisah ini menyoroti bagaimana kerja kerasnya telah membuahkan hasil signifikan, mengubah nasibnya dari titik nol.

Ari mengenang masa-masa awal merintis profesi sebagai MUA, di mana ia kerap menghadapi tantangan fisik dan mental yang berat dalam melayani klien. Ia harus gigih menembus panas terik maupun hujan deras demi mengantar jasanya ke lokasi pelanggan.

Perjuangan tersebut sering kali melibatkan logistik yang rumit, seperti membawa koper berisi peralatan rias, lampu, hingga gaun pengantin menggunakan sepeda motor. Keterbatasan ini menjadi saksi bisu kegigihan Ari dalam meniti karier di dunia tata rias.

Salah satu pengalaman pahit yang paling membekas adalah ketika ia diremehkan oleh petugas keamanan di sebuah lokasi. Ia mengungkapkan bahwa pernah tidak dibukakan pintu gerbang hanya karena penampilannya saat itu yang datang mengendarai sepeda motor.

"Jangan malu sama prosesmu. Pernah makeup gak dibukain pintu karena datang pakai motor," tulis Ari dalam unggahannya yang kemudian viral di media sosial, sebagaimana dikutip dari unggahannya.

Ari juga menceritakan bagaimana ia pernah dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya karena keterbatasan transportasi yang ia miliki saat itu. Ia merasa banyak orang hanya melihat hasil akhir kesuksesan, tanpa melihat proses jatuh bangun sebelumnya.

"Dulu aku juga kalau makeup masih naik motor kok. Pernah dianggap remeh sama security sampai gak dibukain pintu. Padahal di motor itu bawa koper makeup, lighting, baju, sambil kehujanan juga pernah. Semua orang cuma lihat kita saat sudah 'punya' tapi gak semua orang lihat proses jatuh bangunnya," kenang Ari.

Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak membuatnya menyerah, melainkan justru memicu semangatnya untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan secara bertahap. Setelah melalui masa-masa sulit, ia akhirnya mampu menyewa mobil untuk menunjang pekerjaannya.

Perlahan tapi pasti, rezeki mulai menghampirinya, yang memungkinkannya membeli kendaraan operasional pertama. Ari menyebut mobil pertamanya itu dengan akrab sebagai "Si Biru", yang penting baginya karena bisa melindungi dari panas dan hujan.