JAKARTAHYPE.COM - Perjalanan luar biasa diperlihatkan oleh Alessandro Circati, bek tengah berusia 22 tahun yang kini bersiap membela Australia di Piala Dunia FIFA 2026 mendatang. Kurang dari dua tahun yang lalu, nasibnya sempat terancam akibat cedera ligamen anterior cruciate (ACL) yang dideritanya.
Kini, pemain yang berkarier di klub Serie A, Parma, tersebut telah resmi masuk dalam daftar 26 pemain final yang dibawa Australia untuk turnamen akbar tersebut. Ia diprediksi akan menjadi tumpuan utama dalam formasi pertahanan tiga bek Socceroos di Qatar nanti.
Kisah Circati merupakan contoh nyata tentang ketahanan dan pengorbanan yang harus ia lalui untuk mencapai ambisi profesionalnya. Pemain kelahiran Fidenza, Italia, pada 10 Oktober 2003 ini pindah ke Perth, Australia, saat usianya baru menginjak satu tahun.
Pendidikan sepak bolanya berawal dari liga junior lokal di Perth, sebelum akhirnya ia menimba ilmu di akademi Perth Glory. Perkembangannya di sana cukup impresif hingga menarik perhatian para pemandu bakat dari klub-klub Eropa.
Pada tahun 2022, Circati resmi bergabung dengan Parma, dan selama musim Serie A 2025/2026, ia berhasil menembus tim utama. Ia tampil reguler dengan mencatatkan lebih dari 30 penampilan, membantu klubnya finis dengan nyaman di papan tengah klasemen.
Debut internasionalnya bersama Socceroos terjadi pada Oktober 2023 dalam laga persahabatan melawan Selandia Baru. Panggilan pertamanya untuk memperkuat timnas senior menyusul pada Juni 2024, menandai peningkatan kariernya yang pesat.
Namun, titik balik krusial terjadi pada September 2024, ketika cedera ACL parah mengancam seluruh prospek kariernya. Cedera ini berpotensi mengakhiri mimpi seorang pemain muda sebelum benar-benar terwujud.
Pada Juni 2025, Circati telah menunjukkan pemulihan yang fenomenal, bahkan mampu mencatatkan nirbobol saat melawan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia. Karena itu, ketika 26 nama resmi diumumkan menjelang Juni 2026, kehadirannya sudah dapat diprediksi oleh pengamat sepak bola.
Lebih lanjut, pada September 2025, ia mendapatkan kehormatan besar dengan dipercaya menjadi kapten Socceroos untuk pertama kalinya. Pencapaian ini menjadikannya pemain termuda yang mengenakan ban kapten timnas Australia sejak tahun 1981.