Jakarta, JakartaHype.com - Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang memanas di Iran, Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan pasokan pangan domestik. Meski tekanan global mulai membayangi ekonomi dunia, harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 dipastikan tetap stabil dan terkendali.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: stabilitas pangan adalah prioritas utama.
Swasembada Jadi Perisai dari Guncangan Global
Konflik di Iran diakui membawa potensi ancaman pada rantai pasok global. Namun, Indonesia memiliki "perisai" yang kuat berupa capaian swasembada pada sembilan komoditas utama.
Amran menekankan bahwa kedaulatan pangan nasional saat ini menjadi modal utama agar Indonesia tidak terdampak secara signifikan oleh fluktuasi pasar dunia. Ia pun memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi perang untuk memicu spekulasi harga di dalam negeri.
"Indonesia sudah swasembada 9 komoditas. Stok kita banyak. Jangan sampai ada yang berani menaikkan harga di tengah kondisi ini. Kalau ada yang nekat, saya cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi selamanya," tegas Amran (22/3).
Intervensi Masif di Tengah Ketidakpastian
Guna meredam sentimen negatif akibat ketegangan global, pemerintah mengaktifkan serangkaian program intervensi pasar yang sangat masif:
Subsidi Triliunan Rupiah: Anggaran sebesar Rp4,97 triliun dikucurkan untuk program Beras SPHP guna memastikan ketersediaan energi pokok dengan harga terjangkau.