JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan signifikan terjadi di industri kecerdasan buatan (AI) China menyusul peluncuran versi pratinjau model AI terbaru mereka, DeepSeek V4. Model ini menandai kolaborasi strategis antara DeepSeek dengan raksasa teknologi lokal, Huawei.
CEO Nvidia, Jensen Huang, angkat bicara mengenai situasi ini, menyuarakan kekhawatiran terkait upaya swasembada teknologi AI di China dan bagaimana kontrol ekspor dari Amerika Serikat dapat memengaruhi bisnis chip Nvidia.
Model DeepSeek V4 dikembangkan dengan memanfaatkan chip dari Huawei dalam beberapa tahapan proses pelatihannya. Langkah ini berbeda dari struktur sebelumnya di mana DeepSeek diketahui masih mengandalkan teknologi Nvidia untuk pelatihan model mereka.
Jensen Huang menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai kemajuan teknologi AI lokal China. "Hari saat DeepSeek pertama kali diluncurkan di Huawei, adalah hasil yang mengerikan untuk negara kita," kata Huang, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Senin (27/4/2026).
Model V4 yang merupakan hasil sinergi DeepSeek dan Huawei ini menunjukkan performa yang sangat kompetitif di kancah global. Versi pro dari model tersebut diklaim mampu menyaingi model sumber terbuka lainnya, hanya tertinggal tipis dari Gemini Pro-3.1 milik Google yang merupakan model sumber tertutup.
He Hui, direktur riset semikonduktor pada perusahaan konsultan Omdia, menegaskan pentingnya perkembangan ini bagi ekosistem teknologi di China. "Ini adalah hal besar untuk industri AI China," kata He Hui.
Lewis Tunstall, seorang insinyur pembelajaran mesin di Hugging Face, memberikan apresiasi atas kecepatan performa model tersebut. Lewis menjelaskan bahwa V4 telah menjadi model tercepat yang menempati posisi teratas di forum pengembang yang berfungsi untuk berbagi dan menjalankan machine learning.
Daniel Dewhurst, seorang insinyur AI yang telah melakukan pengujian awal terhadap DeepSeek V4, memberikan pandangan yang hati-hati namun optimis. "Pandangan awal saya pratinjau DeepSeek V4 terlihat signifikan, namun saya akan berhati-hati menerima judul tolok ukur begitu saja sampai ada evaluasi independen dan pengujian pengembang di dunia nyata yang lebih banyak," jelas Daniel Dewhurst.
DeepSeek menggarisbawahi bahwa V4 dirancang secara spesifik untuk mendukung pekerjaan agen AI, yang memungkinkannya menangani tugas-tugas yang lebih kompleks dibandingkan dengan kemampuan chatbot konvensional yang membutuhkan komputasi lebih besar.